Pola Asuh Anak Pada Pembantu Tak Baik Membentuk Karakter Anak

Padang, Obsessionnews.com - Alasan sibuk kerja, tak sedikit orangtua melimpahkan tugas mengasuh anak pada pembantu. Pola asuh seperti ini akan sulit membentuk karakter anak menjadi positif sesuai keinginan. Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno menyayangkan, masih banyak orang tua yang melakukan outsourcing parenting atau melimpahkan tugas mengasuh anak kepada orang lain, seperti pada pembantu rumah tangga atau penjaga anak. Ia meminta para orangtua agar tidak melimpahkan tugas mengasuh anak pada pembantu, karena dikhawatirkan, keputusan mempercayakan tanggung jawab mengasuh anak pada orang lain merupakan kesalahan awal yang nantinya berdampak terhadap karakter anak.
"Sesibuk apapun kegiatan orang tua, mereka tetap harus berperan dalam mengasuh si buah hati, karena pola pengasuhan yang positif sangat membantu pembentukan karakter anak. Antara ayah dan ibu harus bisa berbagi waktu mencurahkan perhatian dalam mengasuh anak," ujarnya ketika membuka seminar parenting di Auditorium Gubernuran, Sabtu (20/8). Menurut Irwan, jika orang tua sepenuhnya melepaskan tanggung jawab mengasuh anak pada orang lain, akibatnya orang tua tidak tahu perkembangan anak. Bahkan karakter anak yang terbentuk tidak seperti yang diinginkan orang tua. Irwan Prayitno mengatakan, anak adalah aset yang paling berharga, karena mereka yang akan berbalik mengasuh orang tua ketika memasuki masa tua. Untuk itu, orang tua laki-laki dan perempuan harus merubah pola pikir bahwa tanggung jawab mengasuh dan membesarkan anak bukan semata-mata beban ibu, melainkan juga tugas ayah, sehingga hubungan emosional anak akan terjalin baik terhadap kedua orang tuanya. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)
"Sesibuk apapun kegiatan orang tua, mereka tetap harus berperan dalam mengasuh si buah hati, karena pola pengasuhan yang positif sangat membantu pembentukan karakter anak. Antara ayah dan ibu harus bisa berbagi waktu mencurahkan perhatian dalam mengasuh anak," ujarnya ketika membuka seminar parenting di Auditorium Gubernuran, Sabtu (20/8). Menurut Irwan, jika orang tua sepenuhnya melepaskan tanggung jawab mengasuh anak pada orang lain, akibatnya orang tua tidak tahu perkembangan anak. Bahkan karakter anak yang terbentuk tidak seperti yang diinginkan orang tua. Irwan Prayitno mengatakan, anak adalah aset yang paling berharga, karena mereka yang akan berbalik mengasuh orang tua ketika memasuki masa tua. Untuk itu, orang tua laki-laki dan perempuan harus merubah pola pikir bahwa tanggung jawab mengasuh dan membesarkan anak bukan semata-mata beban ibu, melainkan juga tugas ayah, sehingga hubungan emosional anak akan terjalin baik terhadap kedua orang tuanya. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73) 




























