Jokowi Bisa Tarik Ahok ke Istana, Rizal Lawan Kuat

Jakartra, Obsessionnews.com - Jelang Pilkada DKI Jakarta, situasi di kalangan nasyarakat terasa semakin memanas antara yang pro dan yang kontra terhadap bakal calon gubernur (Cagub) incumbent (petahana) DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sementara dari Partai politik (Parpol) yang tidak mendukung Ahok belum juga menentukan Cagub yang cukup kuat untuk menandingi patahana. Sedangkan bila petahanan menang kembali maka kontroversi di lingkungan masyarakat yang tidak mendukung bakalan terjadi cukup lama hingga masa jabatan Gubernur berakhir. Kondisi seperti ini jelas tidak baik dalam suasana kehidupan berbangsa dan bernegara. Ada usul menarik dari Direktur Eksekutif The Presiden Center Didied Mahaswara. Ia mengusulkan agar situasi Pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta bisa kondusif, aman dan tidak terjadi perpecahan di kalangan masyarakat maka ada baiknya Presiden Jokowi segera mengangkat Ahok sebagai pembantunya di Istana dengan catatan apabila pengabdian dan kemampuan Ahok memang masih diperlukan. Ia mengungkapkan, seperti saat ini di Pemerintah Pusat masih banyak pengaduan tentang g berbagai masalah yang diajukan rakyat tapi tidak terselesaikan dengan cepat bahkan kebanyakan kasusnya jadi mengambang. Sebagai contoh penyelesaian di bidang ekonomi, perdagangan, hukum, pertanahan dan banyak lagi yang tidak terselelesaikan dengan baik. “Pengaduan dari masyarakat kepada Presiden setelah terkendala di tingkat Kementerian atau di Pemprov dan Pemda bukannya mendapat penyelesaian, melainkan justeru dijawab melalui surat dari Presiden lewat Sekretariat Negara ke Kementerian atau ke Kepala Daerah yang mempunyai masalah dengan rakyat,” bebernya kepada wartawan, Sabtu (20/8/2016). Akibatnya, lanjut dia, problemnya pun tidak kunjung selesai ada juga Keppres (Keputusan Presiden) untuk proyek pembangunan kelistrikan bukannya proyeknya dilanjutkan tapi justru dihentikan oleh selevel Dirut Perusahaan BUMN dan sampai saat ini tidak jelas. “Kondisi seperti ini perlu ditangani segera dengan membentuk Unit Khusus di bawah Presiden. Dulu jaman Soeharto ada Sesdalopbang. Ahok bisa mengisinya,” saran Didied. (Red)





























