Jabar Darurat Lingkungan, Kinerja Pemprov Memprihatinkan

Jabar Darurat Lingkungan, Kinerja Pemprov Memprihatinkan
Bandung, Obsessionnews.com - Gerakan Hejo menilai Jawa Barat (Jabar) pada usianya yang ke 71 pada 19 Agustus 2016 masih darurat lingkungan. Demikian disampaikan ketua umum Gerakan Hejo Eka Santosa, Sabtu (20/8/2016). Eka yang juga mantan ketua DPRD Jawa Barat menjelaskan pihaknya merasa prihatin dengan kinerja Pemerintah Propinsi Jawa Barat saat ini. "Kawasan lindung yang seharusnya 45 persen atau 15750 km2 kenyataannya hanya 20 persen atau 7000 m2 dari total wilayah Jawa Barat yang mencapai 35.377,76 km2, akibatnya pembangunan di semua lini masih berkutat pada kerusakan lingkungan yang masif, " tegas Eka. Ia juga menyayangkan masih adanya lahan kritis yang mencapai 600 ribu hektar dengan klasifikasi 50 ribu hektar sangat kritis, 500 ribu hektar kritis dan 50 ribu hektar terancam kritis. "Dampak dari semua itu ketika musim hujan, banjir dan longsor dimana-mana, musim kemarau kekeringan semakin meluas di sejumlah pedesaan, sehingga 50 persen kejadian longsor di Indonesia berada di Jawa Barat," ujarnya. Eka - Hejo- Selain itu keberadaan sungai kerapkali menjadi malapetaka, banjir dan tanah longsor, bukan lagi sebagai sumber kehidupan. Bahkan 50 persen sungai yang ada di pedesaan keberadaannya dicemari berbagai limbah dari hulu sampai hilir. "Sungai Citarum saja yang saat ini dijuluki sungai terkotor didunia masih saja tidak berubah, bahkan semakin hari semakin mengkhawatirkan, penambangan emas, pasir dengan menggunakan mercuri semakin bertambahnya darurat lingkungan. Sementara itu Husein Lauk dan Eny anggota DPD menyayangkan sejumlah ikan asli Jawa Barat yang hilang dari peredaran, dan digantikan dengan ikan import, shingga tidak lagi ditemukan ikan lokal Jabar. Senada dengan Husein, Eny juga menyayangkan banyaknya tanah beralih fungsi menjadi rel kereta api, pusat peebelanjaan maupun menjadi perumahan, tanpa adanya ruang terbuka hijau sebagai resapan air, sehingga kerusakan alam Jawa Barat semakin parah. (Dudy Supriyadi)