Indonesia Harus Sokong Penelitian untuk Kemanusiaan

Indonesia Harus Sokong Penelitian untuk Kemanusiaan
Jakarta, Obsessionnews.com - Aburizal Bakrie, pembina Yayasan Achmad Bakrie menilai sudah seharusnya Indonesia mempunyai peneliti yang mengabdikan dirinya untuk kemanusiaan. ARB dalam kesempatan penghargaan Achmad Bakrie XIV di Jakarta, Sabtu (20/8/2016) menilai, Indonesia sudah harus mendukung orang-orang yang karyanya menyentuh orang banyak. Ia memberi contoh sebuah kawasan seperti Silicon Valley di Amerika Serikat, dimana para ilmuwan membaktikan dirinya untuk kemanusiaan. Sampai sekarang kawasan ini berperan besar pada perubahan dunia. ARB juga menghimbau agar Indonesia mulai melupakan persoalan politik, tapi mulai bekerjasama demi kemanusiaan. Penerima penghargaan ini adalah Mona Lohanda, pemikir sosial yang karyanya mendokumentasikan bahasa daerah dan sejarah daerah. Kemudian Afrizal Malna dalam bidang sastra. Ia melakukan penjelajahan puisi dengan mengkombinasikan dengan kehidupan urban Indonesia dan tata bahasa yang unik. Kemudian ada Lembaga Biologi Molekuler Eijkman di Kompleks RS Cipto Mangunkusumo Jakarta Pusat. Sejak 1929,kiprahnya melampaui kemampuannya sebagai lembaga peneliti virus tropis, dan keberhasilannya melakukan pemetaan DNA bagi seluruh suku bangsa di Indonesia dan beberapa etnis di Asean. Ada pula Danny Hilman Natawidjaja, dalam bidang sains. Penelitiannya tentang gempa tektonik dalam 3 metode menyebabkan kewaspadaan tentang gempa bumi menjadi lebih baik, tanpa menimbulkan kepanikan yang berlebihan. Keempat, Rino R Mukti, peneliti muda mengenai bahan bakar biologis.@baronpskd