RI Belum Merdeka dari Kemiskinan, Kebodohan dan Narkoba

Bandung, Obsessionnews.com - Pada 17 Agustus 2016, Bangsa Indonesia memperingati HUT ke71 Kemerdekaan RI. Ada pelajaran berharga yang tidak boleh dilupakan oleh setiap anak bangsa pada momentum ini, kemerdekaan tidak diraih dengan cara yang mudah apalagi gratisan. Semuanya ditebus dengan cucuran keringat dan darah. Para pejuang dan pahlawan siang malam berkorban untuk merebut kemerdekaan bagi bangsa yang dicintai, mengusir penjajah agar terwujud kedaulatan bangsa yang terhormat. Belanda dan Jepang yang saat itu sebagai penjajah memang sudah hengkang dari Bumi Pertiwi. Namun, sesungguhnya Indonesia belum benar-benar merdeka dari sisi yang lain. Menurut Direktur Rumah Yatim Nugroho BW, Jumat (19/8/2016), masih ada musuh lain yang harus dilawan oleh generasi saat ini, yakni kemiskinan dan kebodohan. Tak terbantahkan, kemiskinan dan kebodohan masih menjadi masalah besar di negeri yang alamnya makmur ini. Selain itu, muncul juga penjajah lain yang tidak kalah sadis dan mengerikan. Penjajah sadis di abad ke-20 ini, yatu narkoba, kekerasan terhadap anak serta trafficking. Ketiga penjajah ini, lebih mengarah pada perusakan mental dan fisik kalangan remaja. Rumah Yatim memaknai kemerdekaan dengan arti terbebasnya semua komponen bangsa dari berbagai ancaman yang akan menghambat tumbuh kembangnya Indonesia menjadi negara yang aman,makmur dan sejahtera dan menjauhkan bangsa ini dari kemiskinan,kebodohan dan Narkoba. Banyaknya persoalan bangsa yang mengancam generasi muda saat ini seperti halnya narkoba dan kekerasan yang sering terjadi pada anak mendorong Rumah Yatim untuk terus perperan aktif membantu pemerintah dan masyarakat melakukan edukasi dan perlawanan terhadap musuh bangsa tersebut. Melalui event seminar dan dialog interaktif ini Rumah Yatim sehari sebelum peringatan HUT RI lalu, hendak mengajak semua pihak agar mewaspadai modus sindikat Narkoba dan Prilaku kekerasan pada anak dengan tujuan agar semua pihak bisa mengetahui dan memahami lebih dalam sehingga bisa mengantisipasinya sejak dini . Nara sumber diantaranya Dr. Hj. Netty Prasetiyani Hermawan (Ketua P2TP2A) , Brigjen Polisi Iskandar Ibrahim (Ketua BNNP Jabar), KH.Ahmad Jaeni (Ulama) Dengan membahas 3 Topik, yaitu: (1) Identifikasi Modus Sindikat dan Pemakai Narkoba;(2) Mewaspadai Predator Anak & Penanganannya;(3) Pendidikan & Perlindungan Anak dalam Perspektif Islam. Acara yang dihadiri Walikota Bandung, Polda Jawa Barat dan 500 peserta seminar lainnya yang terdiri dari: Kepala sekolah dan ketua OSIS ( Utusan dari sekolah SMP dan SMA di kota Bandung, Ketua Lembaga pendidikan agama seperti Pesantren dan Madrasah bersama para santrinya, Ketua Lembaga Sosial dan LSM, Ketua Karang Taruna, Praktisi Pendidikan dan Pekerja sosial, Pelajar SMP dan SMU perwakilan dari tiap sekolah di Kota Bandung dan tamu undangan lainya dari berbagai komponen masyarakat, Sebagai bagian dari generasi bangsa yang bertugas mengisi ruang Kemerdekaan ini. Rumah Yatim bertekad dengan misi besarnya ‘Menjadi Lembaga Profesional yang berperan aktif dan bersinergi dengan pemerintah dan semua pihak dalam meningkatan kualitas IPM ( Indek Pembangunan Manusia) anak bangsa, terutama bagi mereka yang membutuhkan. Melalui program Pendidikan Rumah Yatim telah berperan aktif dalam penyediaan sarana pendidikan serta membiayai puluhan ribu anak Indonesia yang tidak mampu. Alhamdulillah, Rumah Yatim selama ini berhasil mewujudkan mimpi anak yatim dan dhuafa untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Begitu pun dalam program kesehatan,Rumah Yatim telah mendirikan dan menyediakan sarana kesehatan bagi masyarakat di berbagai tempat. Melalui fasilitas kesehatan yang didirikan oleh Rumah Yatim, puluhan ribu masyarakat Indonesian setiap tahunnya dapat diringankan beban biaya kesehatannya. Sementara pada program perekonomian, Rumah Yatim telah menggulirkan program ekonomi produktif. Dalam implementasinya, Rumah Yatim menciptakan sinergitas pemberdayaan skill dan potensi daerah bagi mereka yang masih berada dalam kondisi ekonomi pra sejahtera. Dengan program ini, maka akan tersebar manfaat konstruktif ke pelosok negeri. "Rumah Yatim mengajak semua pihak untuk bisa terus bekejasama mengisi ruang Kemerdekaan dengan menciptakan karya nyata dan mewujudkan kemandirian yang berkesinambungan sehingga terciptalah bangsa yang benar-benar merdeka,sejahtera dan bermartabat," pungkas Nugroho. (Dudy Supriyadi)





























