Azwar Anas Berhasil Memajukan Banyuwangi

Azwar Anas Berhasil Memajukan Banyuwangi
Terpilih sebagai Bupati Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), untuk kedua kalinya adalah buktipemimpin muda ini memiliki pengaruh besar. Banyuwangi yang semula dipandang sebelah mata,kini menjadi daerah maju. Pada periode pertamanya (2010–2015), Abdullah Azwar Anas bekerja keras membangun daerahnya dengan gencar mempromosikan berbagai potensi yang ada, seperti, pertanian, perikanan, dan pariwisata. Tujuannya jelas, demi mendatangkan investasi sebanyak mungkin. Dinilai berhasil memajukan Banyuwangi, Anas, sapaan akrab politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini terpilih kembali dalam Pilkada Serentak 9 Desember 2015, masih bersama pasangannya, Yusuf Widyatmoko,. Berbagai terobosan ia gagas untuk lebih memajukan daerah yang dipimpinnya. Di bidang pendidikan, selain melakukan peningkatan fasilitas, Pemkab Banyuwangi juga memberi beasiswa kepada anak-anak muda hingga bangku perguruan tinggi. Tercatat lebih dari 700 anak muda dibiayai kuliah di berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, dengan total dana mencapai Rp14,4 miliar. “Kami ingin pendidikan ini menjadi jangkar. Siapapun bupatinya kelak, pengembangan SDM lewatpendidikan tidak boleh berhenti. Oleh karena itu, kami mendorong terwujudnya kampus negeri di Banyuwangi,” kata mantan anggota DPR RI itu. Kini sudah berdiri tiga kampus negeri di Banyuwangi, yaitu Universitas Airlangga Kampus Banyuwangi, Politeknik Negeri, dan sekolah pilot negeri (LP3B). Universitas Airlangga Kampus Banyuwangi, sudah berlajan dua tahun, mahasiswanya berasal dari 17 provinsi di seluruh Indonesia. "Kami juga mengembangkan pendidikan yang selaras dengan program pembangunan ekonomi daerah. Misalnya, mengembangkan batik untuk menopang sektor pariwisata, maka kami bangun SMK batik,” ungkap Anas. Di bidang kesehatan, infrastruktur terus diperbaiki. Dua rumah sakit milik pemda banyak melakukan upgrade fasilitas. Ada beberapa penyakit yang dulu harus dirujuk ke Surabaya, kini sudah bisa diobati di Banyuwangi seiring penambahan fasilitas rumah sakit. “Kami juga sudah beri beasiswa sejumlah dokter untuk mengambil spesialisasi, jadi setelah lulus jadi dokter spesialis, mereka langsung mengabdi di Banyuwangi,” cetusnya. Di bidang pertanian, Pemkab Banyuwangi melakukan sejumlah langkah. Ia berupaya melakukannya secara terintegrasi, mulai dari hulu ke hilir, meski belum ideal. Banyuwangi dikenal sebagai salah satu sentra pangan dan hortikultura di Jatim. Potensinya luar biasa besar. Tiap tahun surplus lebih dari 220.000 ton beras, termasuk yang organik. Kini telah dikembangkan plasma nutfah 20 jenis padi organik lokal yang terdiri atas 16 jenis beras merah dan 4 jenis beras hitam. Beras merah organik dan manggis telah diekspor ke sejumlah negara, antara lain, Amerika Serikat, Qatar, dan Jepang. Potensi perikanan pun melimpah. Komoditas ikan sidat sudah mewarnai pasar Jepang. Pembudidaya sampai kewalahan. Bahkan Kementerian  Kelautan dan Perikanan juga membikin technopark sidat di Banyuwangi. Selain sidat, komoditas ekspor unggulan adalah udang. Total ekspor ikan Banyuwangi nilainya USD 159 juta. Secara keseluruhan, produksi ikan hampir 85.000 ton yang terdiri atas perikanan tangkap 60.500 ton dan perikanan budidaya 24.000 ton. Total nilainya hampir Rp2 triliun. Mayoritas diolah di pabrik-pabrik yang ada di Banyuwangi, dan sebagian lagi diolah di luar daerah. Di bidang pariwisata, Anas bertekad ikut mewujudkan target kunjungan wisman 20 juta orang. Saat ini investasi hotel dan resor berkembang pesat. Nilai akomodasi dan makan-minum yang berkaitan dengan bisnis hotel dan kuliner meningkat 80% dari Rp666 miliar pada 2010 menjadi Rp1,19 triliun pada 2014. Rata-rata pertumbuhan sektor hotel dan restoran mencapai 15 persen per tahun. Berkat inovasi di sektor wisata, Banyuwang menyabet UNWTO Awards for Excellence and Innovation in Tourism untuk kategori ”Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola” dari PBB yang diserahkan di Madrid, Spanyol, awal 2016 lalu. Anas bersyukur Indonesia dari waktu ke waktu terus-menerus melakukan perubahan dan perbaikan. Dengan segala kekurangan yang ada, baginya tak ada alasan untuk apatis. Justru momentum 71 tahun Indonesia merdeka ini harus jadi pemantik untuk melakukan kerja-kerja yang lebih baik lagi, lebih terukur, dan lebih nyata. Berbagai prestasi cemerlang yang diperolehnya mengantarkan Anas terpilih sebagai salah seorang dari 71 tokoh berpengaruh tahun 2016 versi Majalah Men’s Obsession edisi Agustus 2016. (@arif_rhakim)