Serba Gratis Dari Bupati Kulonprogo Buat Warganya

Jakarta, Obsessionnews.com- Warga Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merasa senang lantaran banyak fasilitas serba gratis dari Pemkab setempat. Misalnya, berobat di Puskesmas terdekat gratis, janda tua diperbaiki rumahnya dan tiap desa diperbaiki. "Alhamdulillah, warga jika berobat cukup tunjukan KTP dan KK saja. Jika terpaksa rawat inap di RSUD dapat subsidi Rp3 juta dan rumah sakit tanpa kelas," ujar Dr Hasto Wardoyo, Bupati Kulon Progo, dalam "Bincang-Bincang dan Makan Siang Bersama" di Balai Sarwono, Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Selasa (16/8). baca juga:Citra Buruk Mahasiswa Papua di YogyaJokowi Kunker ke Bandung dan YogyaPembuatan Vaksi Palsu Diduga Menyebar ke Yogya Hasto Wardoyo yang baru saja menerima penghargaan Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama dari Presiden RI Joko Widodo, Senin (15/8) kemarin memang bercerita banyak soal kerja kerasnya dalam membangun dan mengubah wajah Kabupaten Kulon Progo. Dokter spesialis kandungan dan ahli bayi tabung ini, membongkar tatanan yang ada. Misalnya RS tanpa kelas, artinya jika Kelas 3 buat pasien miskin penuh, dipindahkan ke Kelas 2 atau 1. Tanpa tambahan biaya apa pun dan tetap dijamin BPJS Kesehatan.
Hasto juga berhasil mengubah pola pikir warganya, dari konsumtif membeli produk dari luar. Menjadi bangga dan membeli produk desa setempat. Semangat membela dan membeli produk Kulonprogo berhasil dia gelorakan ke warganya. Misalnya, air mineral yang semula beli merek asing, kini buatan PDAM dengan merek Airku. "Bayangkan saja, tiap tahu warga saya membeli 6 juta gelas air mineral merek terkenal itu. Saya paksa PDAM untuk membuat air mineral sendiri, dan akhirnya bisa. Begitu juga dengan 80.000 siswa sekolah yang membeli batik ke Jakarta dan banyak buatan Cina. Saya lombakan mendisain dan membuat batik. Alhamdulillah selain warga menggunakan produk batik sendiri, malah surplus 40.00 yard yang bisa dijual ke luar daerah," ujar Hasto. Semangat berdikari yang diajarkan oleh Bung Karno, diaplikasikan oleh kader PDI Perjuangan ini. Misalnya kebutuhan teh, kecap, beras dan lainnya, murni produk warga sendiri. Alhasil, selain uang yang beredar tidak lari keluar, jika menggerakan ekonomi desa. "Mini market harus jarak 1 km dari pasar tradisional. Jika sudah ada Indomaret atau Alfamart, koperasi desa langsung membelinya. Tinggal ganti nama jadi Tomira alias Toko Milik Rakyat. Yang isinya didominasi aneka sembako dan kerajinan produksi rakyat," ujar Hasto.
Atas jerih payahnya membela kepentingan produk hasil rakyatnya tersebut, Ia diganjar penghargaan dari Presiden, atas rekomendasi Kementerian Koperasi dan UKM. Berdasarkan Keppres No: 65/TK/Tahun 2016 tanggal 10 Agustus 2016 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama, Presiden Jokowi menyematkan tanda bintang kehormatan kepada Hasto atas rekomendasi Kementerian Koperasi dan UKM. Ia dianggap berjasa besar di bidang koperasi dan UKM dengan semboyan Bela dan Beli Kulonprogo. Selain Hasto Wardoyo, Bupati lain yang hadir di acara bincang-bincang dan makan siang bersama di Balai Sarwono adalah Saifuddin Aswari, Bupati Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan yang juga merupakan penerima Tanda Kehormatan Bintang Jasa. @reza_indrayana
Hasto juga berhasil mengubah pola pikir warganya, dari konsumtif membeli produk dari luar. Menjadi bangga dan membeli produk desa setempat. Semangat membela dan membeli produk Kulonprogo berhasil dia gelorakan ke warganya. Misalnya, air mineral yang semula beli merek asing, kini buatan PDAM dengan merek Airku. "Bayangkan saja, tiap tahu warga saya membeli 6 juta gelas air mineral merek terkenal itu. Saya paksa PDAM untuk membuat air mineral sendiri, dan akhirnya bisa. Begitu juga dengan 80.000 siswa sekolah yang membeli batik ke Jakarta dan banyak buatan Cina. Saya lombakan mendisain dan membuat batik. Alhamdulillah selain warga menggunakan produk batik sendiri, malah surplus 40.00 yard yang bisa dijual ke luar daerah," ujar Hasto. Semangat berdikari yang diajarkan oleh Bung Karno, diaplikasikan oleh kader PDI Perjuangan ini. Misalnya kebutuhan teh, kecap, beras dan lainnya, murni produk warga sendiri. Alhasil, selain uang yang beredar tidak lari keluar, jika menggerakan ekonomi desa. "Mini market harus jarak 1 km dari pasar tradisional. Jika sudah ada Indomaret atau Alfamart, koperasi desa langsung membelinya. Tinggal ganti nama jadi Tomira alias Toko Milik Rakyat. Yang isinya didominasi aneka sembako dan kerajinan produksi rakyat," ujar Hasto.
Atas jerih payahnya membela kepentingan produk hasil rakyatnya tersebut, Ia diganjar penghargaan dari Presiden, atas rekomendasi Kementerian Koperasi dan UKM. Berdasarkan Keppres No: 65/TK/Tahun 2016 tanggal 10 Agustus 2016 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama, Presiden Jokowi menyematkan tanda bintang kehormatan kepada Hasto atas rekomendasi Kementerian Koperasi dan UKM. Ia dianggap berjasa besar di bidang koperasi dan UKM dengan semboyan Bela dan Beli Kulonprogo. Selain Hasto Wardoyo, Bupati lain yang hadir di acara bincang-bincang dan makan siang bersama di Balai Sarwono adalah Saifuddin Aswari, Bupati Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan yang juga merupakan penerima Tanda Kehormatan Bintang Jasa. @reza_indrayana




























