Gloria Terima Konsekwensi Dicoret Dari Paskibra

Gloria Terima Konsekwensi Dicoret Dari Paskibra
Jakarta, Obsessionnews-Gloria Natapraja Hamel, siswi SMA Islam Dian Didaktika, Cinere, Depok, Jawa Barat menerima konsekwensi tidak diikutsertakan dalam Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) pada 17 Agustus besok. Meskipun pihak Kemenpora akan berusaha mengikutkannya pada kegiatan puncak Paskibra besok Gloria di kantor Kemenpora, Selasa (16/8/2016) mengatakan dirinya belajar bahwa tidak semua tujuan bisa tercapai. Tapi warga Depok berusia 16 ini tidak perlu kecewa karena Kemenpora akan menjadikan ia sebagai duta Kemenpora di bidang kepemudaan tentang nasionalisme, dalam event yang akan diselenggarakan Kemenpora. Menpora Imam Nahrawi menyesalkan mengapa orangtua Gloria tidak mengurus administrasinya ketika ia berusia 4 tahun. Sehingga di kemudian hari tidak terjadi masalah seperti ini. Sebagaimana diketahui, Gloria tidak diijinkan masuk melengkapi 68 anggota Paskibra yang akan ikut dalam upacara peringatan HUT RI ke 71 besok pagi di istana Negara. Pasalnya dia diketahui mempunyai paspor Prancis. Padahal dia ingin menjadi WNI. Kemenpora mengatakan tidak mengetahui masalah paspor Gloria sebelumnya, karena paspor bukan persyaratan untuk menjadi anggota Paskibra. Paspor Prancis Gloria diketahui ketika Garnisun TNI hendak mengurus perijinan di Malaysia.  Rencananya setelah kegiatan Paskibra, Kemenpora hendak membawa para paskibra itu untuk study tour ke Malaysia. Hal ini menjadi masalah, karena Gloria dianggap punya dua status warga negara. Prancis adalah negara yang menganut asas kewarganegaraan ius soli, berdasarkan kelahiran. Sementara Indonesia menganut ius Sanguinis, ikut warganegara orang tuanya. Ibu Gloria berstatus WNI, ayahnya masih WN Prancis. Gloria mempunyai ayah berdarah Prancis, sementara ibunya berasal dari Subang, Jawa Barat. Sebenarnya jika menurut UU kewarganegaraan RI, Gloria dianggap masih WNI, karena ia belum berusia 18 atau sudah menikah. Tapi Kemenhukham berpendapat, Gloria adalah WNA. @baronpskd