Bupati Langkat Buka Rahasia Cara Dapat Bintang Jasa Utama Dari Jokowi

Jakarta, Obsessionnews.com - Presiden RI, Joko Widodo, kemarin telah menganugrahkan kepada Bupati Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Saifuddin Aswari Bintang Jasa Utama. Kuncinya dekati warga dengan hati, baru mereka merasa betul ada kehadiran pemerintah. "Rahasianya sederhana saja. Misalnya ketika ada warga meninggal dunia, maka saya langsung datangi keluarganya. Memberi uang duka Rp1,5 juta dari APBD dan 10 ekor ayam dari saya pribadi. Itu untuk meringankan mereka dalam menggelar pengajian. Makanya saya dijuluki Pak Bupati ayam," ujar Aswari, dalam diskusi yang diselenggarakan INDONEWS.ID di Warung Solo, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (16/8/2016). baca juga:Polisi Tangkap Pembawa Ganja di LangkatGubernur Surati Bupati/Walikota Supaya Warga Pasang Bendera Atas penghargaan yang diberikan pemerintah pusat, Ia menambahkan, sebagai bukti masyarakat Kabupaten Lahat sayang sama kami. Ia mengungkapkan, sejak terpilih menjadi Bupati di Kabupaten Lahat pada 2008, anggaran APBD hanya sekitar Rp 700 miliar, dan defisit Rp 80 miliar. Namun, hal itu tidak membuat Aswari putus asa membangun daerahnya. Asal tahu saja, Kabupaten Lahat merupakan satu dari 17 kabupaten yang ada di Sumatera Selatan yang masuk ketegori tertinggal, dan terkenal angker. "Kabupaten Lahat adalah kabupaten kecil dari 17 kabupaten yang ada di Sumatera Selatan. Kabupaten Lahat sendiri sudah dua kali pemekaran, yang pertama Kota Pagar Alam dan Kabupaten Empat Nawang," ungkap mantan Ketua Pemuda Pancasila Langkat itu .
Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya putus asa dan kehilangan optimisme. Aswari terus membangun Kabupaten Lahat yang terdiri dari 367 Desa, 17 Kelurahan, dan 22 Kecamatan ini. Aswari memimpin kabupaten yang memiliki 80 persen berprofesi petani ini dengan visi jauh ke depan. Ketika terpilih pada 2008, masyarakat meminta Aswari agar mewujudkan program listri masuk desa. Akhirnya, melihat potensi sumber daya alam (SDA) batu bara, Pemkab Lahat di bawah Saifuddin membuat kebijakan yang berbeda dengan bupati sebelumnya. Pasalnya, batu bara yang dimilki Lahat diolah menjadi sumber energi listrik yang mengaliri desa yang berada di seluruh Kabupaten Lahat. "Lahat 8 tahun lalu hanya dialiri aliran listrik sekitar 40 persen, tapi kini sekitar 95 sampai 99 persen,"ungkapnya. Bahkan, listrik yang dimiliki Lahat dijual ke daerah Padang, Sumatera Barat, dan daerah lainnya. Meski demikian, Aswari mengakui, masalah instalasi masih menjadi salah satu kendala masuknya listrik hingga pelosok daerah. Karena itu, dari 156 mega watt yang ada baru separuh terserap PLN. Hal tersebut, katanya, karena terkendala infrastruktur transmisi yang sudah tua. "Kita butuh beberapa tahun lagi untuk memperbaiki itu," kata Aswari yang juga pengusaha batu kali itu. Dia mengatakan, Lahat memiliki infrastruktur jalan sekitar 1.800 kilo meter yang terbagi menjadi jalan negara, provinsi, kabupaten, dan desa. "Tapi sekitar 75 persen adalah jalan desa, dan baru 80 persen yang sudah baik, dan 20 persen lagi masih pembenahan. Hal ini karena jalan-jalan di tengah perkebunan perusahaan swasta. Dengan mayoritas penduduk kami petani maka masalah jalan adalah sangat penting,"ungkapnya. Aswari mengatakan, dalam sisa waktu 2 tahun jabatannya, dia akan fokus memperbaiki 20 persen jalan yang masih memprihatinkan, dengan melakukan kerja sama dengan perusahaan swata. Walaupun Kabupaten Lahat tidak memiliki mercusuar, gedung tinggi, dan sarana dan prasarana yang hebat, tetapi dengan bantuan perusahaan swasta, Lahat terus menata diri menjadi lebih baik. Berkat keras keras dan kerja sama dengan berbagai pihak, khususnya masyarakat, APBD Lahat pun meningkat drastis dari Rp 700 miliar, menjadi Rp 2 triliun pada 2016. "Kami akui masih ada kekurangan yang perlu untuk dibenahi dan itu akan terus akan saya benahi,"ujarnya. Atas prestasi itulah, Aswari pantas menerima penghargaan prestisius itu. "Penghargaan ini (Bintang Jasa Utama-red) di luar dugaan kami. Tiba-tiba tanggal 10 saya dihubungi, untuk tidak kemana-mana karena saya mendapat nominasi penghargaan. Yang mengejutkan penghargaan itu dapat dari Pemerintah Pusat, saya tidak menyangka penghargaan sebesar ini,"katanya. Namun, Aswari tidak menganggap penghargaan itu hanya untuk dirinya sendiri. Penghargaan tersebut merupakan hadiah bagi seluruh masyarakat Lahat menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-71 RI. @reza_indrayana
Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya putus asa dan kehilangan optimisme. Aswari terus membangun Kabupaten Lahat yang terdiri dari 367 Desa, 17 Kelurahan, dan 22 Kecamatan ini. Aswari memimpin kabupaten yang memiliki 80 persen berprofesi petani ini dengan visi jauh ke depan. Ketika terpilih pada 2008, masyarakat meminta Aswari agar mewujudkan program listri masuk desa. Akhirnya, melihat potensi sumber daya alam (SDA) batu bara, Pemkab Lahat di bawah Saifuddin membuat kebijakan yang berbeda dengan bupati sebelumnya. Pasalnya, batu bara yang dimilki Lahat diolah menjadi sumber energi listrik yang mengaliri desa yang berada di seluruh Kabupaten Lahat. "Lahat 8 tahun lalu hanya dialiri aliran listrik sekitar 40 persen, tapi kini sekitar 95 sampai 99 persen,"ungkapnya. Bahkan, listrik yang dimiliki Lahat dijual ke daerah Padang, Sumatera Barat, dan daerah lainnya. Meski demikian, Aswari mengakui, masalah instalasi masih menjadi salah satu kendala masuknya listrik hingga pelosok daerah. Karena itu, dari 156 mega watt yang ada baru separuh terserap PLN. Hal tersebut, katanya, karena terkendala infrastruktur transmisi yang sudah tua. "Kita butuh beberapa tahun lagi untuk memperbaiki itu," kata Aswari yang juga pengusaha batu kali itu. Dia mengatakan, Lahat memiliki infrastruktur jalan sekitar 1.800 kilo meter yang terbagi menjadi jalan negara, provinsi, kabupaten, dan desa. "Tapi sekitar 75 persen adalah jalan desa, dan baru 80 persen yang sudah baik, dan 20 persen lagi masih pembenahan. Hal ini karena jalan-jalan di tengah perkebunan perusahaan swasta. Dengan mayoritas penduduk kami petani maka masalah jalan adalah sangat penting,"ungkapnya. Aswari mengatakan, dalam sisa waktu 2 tahun jabatannya, dia akan fokus memperbaiki 20 persen jalan yang masih memprihatinkan, dengan melakukan kerja sama dengan perusahaan swata. Walaupun Kabupaten Lahat tidak memiliki mercusuar, gedung tinggi, dan sarana dan prasarana yang hebat, tetapi dengan bantuan perusahaan swasta, Lahat terus menata diri menjadi lebih baik. Berkat keras keras dan kerja sama dengan berbagai pihak, khususnya masyarakat, APBD Lahat pun meningkat drastis dari Rp 700 miliar, menjadi Rp 2 triliun pada 2016. "Kami akui masih ada kekurangan yang perlu untuk dibenahi dan itu akan terus akan saya benahi,"ujarnya. Atas prestasi itulah, Aswari pantas menerima penghargaan prestisius itu. "Penghargaan ini (Bintang Jasa Utama-red) di luar dugaan kami. Tiba-tiba tanggal 10 saya dihubungi, untuk tidak kemana-mana karena saya mendapat nominasi penghargaan. Yang mengejutkan penghargaan itu dapat dari Pemerintah Pusat, saya tidak menyangka penghargaan sebesar ini,"katanya. Namun, Aswari tidak menganggap penghargaan itu hanya untuk dirinya sendiri. Penghargaan tersebut merupakan hadiah bagi seluruh masyarakat Lahat menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-71 RI. @reza_indrayana 




























