Laporan Semester I 2016, BRI Bukukan Laba Rp872,9 Triliun

Jakarta, Obsessionnews.com – PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk (BRI) mengumumkan hasil kinerja pada periode Triwulan II tahun 2016. Pada periode tersebut tercatat jumlah aset tumbuh sebesar 16,8 persen year on year (yoy) atau menjadi sebesar Rp872,9 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan penyaluran kredit di seluruh segmen bisnis. BRI juga mencatat total penyaluran sepanjang triwulan ini terjadi kenaikan dengan mencapai Rp 590,7 triliun atau meningkat 17,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) terjaga di level 2,3 persen untuk NPL gross dan 0,6 persen untuk NPL nett,” ujar Direktur Utama BRI, Asmawi Syam, pada pemaparan kinerja Triwulan II di Gedung BRI I, Jakarta, Senin (15/8/2016). Sementara itu, pada sisi simpanan atau Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 656,1 triliun atau meningkat sebanyak 14,5 persen (yoy). Asmawi menyampaikan, DPK BRI hingga saat ini masih didominasi oleh Current Account Saving Account (CASA) dengan komposisi yang terus tumbuh dibandingkan periode sebelumnya, sebesar 54,1 persen pada triwulan II tahun 2015 yang kini pada periode yang sama di tahun 2016 mencapai 56,9 persen.
Selain itu, Fee Base Income (FBI) menunjukkan kenaikan hingga double digit, dengan pertumbuhan tercatat sebesar 16,9 persen (yoy) atau mencapai Rp 4,1 triliun, di mana fee yang berasal dari transaksi e-banking yang juga meningkat hingga 24,9 persen (yoy) atau Rp 979 miliar.
“Kinerja positif dari kredit, simpanan, dan FBI menghasilkan profit atau laba (bank only) sebesar Rp. 12,047 triliun dengan earning per share (EPS) sebesar Rp.976,7 triliun,” tuturnya. Untuk selanjutnya, BRI optimis mampu mencapai target kinerja 2916 dapat terpenuhi. Dengan didukung oleh unit kerja konvensional sebanyak 10.628 unit dan jaringan e-channel sebanyak 212.583 unit. (@aprilia_rahapit)
“Kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) terjaga di level 2,3 persen untuk NPL gross dan 0,6 persen untuk NPL nett,” ujar Direktur Utama BRI, Asmawi Syam, pada pemaparan kinerja Triwulan II di Gedung BRI I, Jakarta, Senin (15/8/2016). Sementara itu, pada sisi simpanan atau Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 656,1 triliun atau meningkat sebanyak 14,5 persen (yoy). Asmawi menyampaikan, DPK BRI hingga saat ini masih didominasi oleh Current Account Saving Account (CASA) dengan komposisi yang terus tumbuh dibandingkan periode sebelumnya, sebesar 54,1 persen pada triwulan II tahun 2015 yang kini pada periode yang sama di tahun 2016 mencapai 56,9 persen.
Selain itu, Fee Base Income (FBI) menunjukkan kenaikan hingga double digit, dengan pertumbuhan tercatat sebesar 16,9 persen (yoy) atau mencapai Rp 4,1 triliun, di mana fee yang berasal dari transaksi e-banking yang juga meningkat hingga 24,9 persen (yoy) atau Rp 979 miliar.
“Kinerja positif dari kredit, simpanan, dan FBI menghasilkan profit atau laba (bank only) sebesar Rp. 12,047 triliun dengan earning per share (EPS) sebesar Rp.976,7 triliun,” tuturnya. Untuk selanjutnya, BRI optimis mampu mencapai target kinerja 2916 dapat terpenuhi. Dengan didukung oleh unit kerja konvensional sebanyak 10.628 unit dan jaringan e-channel sebanyak 212.583 unit. (@aprilia_rahapit) 




























