Eks Ketua KPK: Bangsa Indonesia Belum "Merdeka"

Semarang, Obsessionnews.com – Guna menyambut datangnya Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Kemerdekaan RI, takmir Masjid Agung Baitussalam, Purwokerto, Jawa Tengah mengadakan pengajian akbar di halaman masjid pada Minggu (14/8/2016). Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M Busyro Muqoddas hadir sebagai pembicara. Setidaknya 500 orang menjadi peserta dalam pengajian akbar tersebut. Busyro dalam sambutannya mengatakan, Islam merupakan jalan yang damai nan sejuk. Tidak perlu aksi kekerasan untuk menyampaikan isi ajaran agama. “Allah Swt sebagai pusat dan puncak sesembahan dengan memurnikan aqidah Tauhid (meng-Esakan Allah swt) dan menjauhkan diri dari segala bentuk mensekutukan Allah swt dengan apapun dan siapapun juga,” kata Busyro Muqoddas. Menurutnya, manusia yang dipilih oleh Allah SWT memiliki sejumlah lima tugas mulia. Diantaranya mengajak masyarakat bersama-sama menjalankan semua perintah menjauhi semua larangan-larangannya sesuai dengan tuntunan kitab suci Al-Quran dan Sunah Nabi. Busyro mengajak untuk merintis, membentuk, mewujudkan bersama masyarakat Islami yang menjunjung tinggi ajaran kebenaran dan keadilan, saling tolong menolong dalam kebajikan, kemanusiaan, ekonomi kekeluargaan, saling menguntungkan dan tidak mematikan. “Termasuk juga memelopori penyiaran (syiar) ajaran Islam untuk menciptakan kesadaran berkewarganegaraan yang sadar politik. Yaitu mempersiapkan calon-calon pemimpin negara, pedagang, kaum profesi, penegak hukum dan tokoh-tokoh politik yang jujur, cerdas, pemberani dalam kebenaran, amanah dan siap menjadi tela dan kepemimpinan,” tutur mantan Ketua KPK. Di akhir pidatonya, Busyro menyerukan agar organisasi masyarakat Islam dilibatkan dalam penyusunan anggaran daerah. Hal tersebut agar bisa memicu pertumbuhan rakyat yang domestic. Selain itu, Busyro juga menghimbau supaya remaja Banyumas tetap menjaga aqidah dengan membuat pengajian di pelosok-pelosok daerah. “Misal membatasi jumlah dan jam jualan pusat belanja mewah yang melumpuhkan toko dan pasar tradisional,” tandasnya.
Belum Merdeka Menyambut HUT ke-71 Kemerdekaan RI ini, Busyro Muqoddas memaparkan, bangsa Indonesia telah merdeka selama 71 tahun dari penjajahan secara fisik oleh Belanda dan Jepang, tetapi ternyata dalam realitasnya masih terjajah oleh kebodohan, kemiskinan, ketergantungan, kerusakan moral, dan korupsi yang sudah mensistem. “Kemerdekaan itu merupakan hak diberikan oleh Allah SWT yang dimiliki ummat manusia, oleh karena itu penjajahan dalam bentuk apapun, harus dihapus dari muka bumi karena melanggar jiwa kemanusiaan dan keadilan,” tegas Mantan Ketua KPK di Masjid Agung Baitussalam, Purwokerto. Ia mengemukakan, Allah yang Maha Kuasa telah mengutus para Nabi dan Rasul pembawa risalah, untuk memimpin dan mengatur masyarakat yang telah mengalami kekusutan dengan memberikan peraturan yang baik dan sempurna untuk menuntun manusia menuju ketertiban, keamanan dan kesejahteraan. Lebih lanjut, Busyro mengingatkan, memperingati HUT ke-71 Kemerdekaan RI tidak sekedar melakukan upacara ataupun hiburan kesenian, tetapi lebih dari itu adalah mengaplikasikan nilai-nilai kemerdekaan dalam kehidupan keseharian. Diharapkan paparan mantan Ketua KPK dapat memberi motivasi dan jalan keluar kepada masyarakat Banyumas - Purwokerto agar merdeka dari penjajahan korupsi, agar dapat mewujudkan masyarakat menjadi khairu ummah (berdaya, terbebas dari keterpurukan dan beriman) sehingga selalu mendapat kemudahan hidup (barakah) dari Allah yang Maha Suci. (ihy)
Belum Merdeka Menyambut HUT ke-71 Kemerdekaan RI ini, Busyro Muqoddas memaparkan, bangsa Indonesia telah merdeka selama 71 tahun dari penjajahan secara fisik oleh Belanda dan Jepang, tetapi ternyata dalam realitasnya masih terjajah oleh kebodohan, kemiskinan, ketergantungan, kerusakan moral, dan korupsi yang sudah mensistem. “Kemerdekaan itu merupakan hak diberikan oleh Allah SWT yang dimiliki ummat manusia, oleh karena itu penjajahan dalam bentuk apapun, harus dihapus dari muka bumi karena melanggar jiwa kemanusiaan dan keadilan,” tegas Mantan Ketua KPK di Masjid Agung Baitussalam, Purwokerto. Ia mengemukakan, Allah yang Maha Kuasa telah mengutus para Nabi dan Rasul pembawa risalah, untuk memimpin dan mengatur masyarakat yang telah mengalami kekusutan dengan memberikan peraturan yang baik dan sempurna untuk menuntun manusia menuju ketertiban, keamanan dan kesejahteraan. Lebih lanjut, Busyro mengingatkan, memperingati HUT ke-71 Kemerdekaan RI tidak sekedar melakukan upacara ataupun hiburan kesenian, tetapi lebih dari itu adalah mengaplikasikan nilai-nilai kemerdekaan dalam kehidupan keseharian. Diharapkan paparan mantan Ketua KPK dapat memberi motivasi dan jalan keluar kepada masyarakat Banyumas - Purwokerto agar merdeka dari penjajahan korupsi, agar dapat mewujudkan masyarakat menjadi khairu ummah (berdaya, terbebas dari keterpurukan dan beriman) sehingga selalu mendapat kemudahan hidup (barakah) dari Allah yang Maha Suci. (ihy) 




























