Bupati Lampung Timur: Pemerintahan Terbuka di Bojonegoro Patut Dicontoh

Bojonegoro, Obsessionnews.com– Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim mengaku kagum dengan pola pemerintahan terbuka yang dilaksanakan Pemkab Bojonegoro. Hal itu disampaikan bupati yang kerap disapa Nuni itu saat berkunjung ke Pendopo Kabupaten ‘Malowopati’, Jumat (12/8/2016). Menurut Nuni, Pemkab Lampung Timur sengaja datang berkunjung ke Bojonegoro untuk belajar soal pemerintahan terbuka yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan berkelanjutan. “Kami akan bawa, pelajari, dan implementasikan ini ke Lampung Timur,” ujar bupati yang baru menjabat 5 bulan ini. Selain tertarik dengan cara Bojonegoro dalam menjalankan pemerintahan terbuka, Nuni juga mengaku terinspirasi dan akan belajar kepada Bojonegoro sebagai kota ramah Hak Asasi Manusia (HAM). Secara umum, Nuni mengaku terkesan pada cara Pemkab Bojonegoro menjalankan pemerintahannya, mulai management review yang dievaluasi SKPD, hingga Dialog Publik sebagai ajang untuk menyampaikan saran, masukan hingga kritik dari masyarakat kepada pemerintah. Pada kesempatan itu, Bupati Bojonegoro Suyoto mengatakan bahwa praktik pemerintahan yang terbuka atau open government partnership (OGP) yang telah dijalankan ini juga merupakan bagian dari Ramah HAM, dimana dalam implementasinya adalah memberikan hak kepada masyarakat untuk berpendapat. Sebagai bukti keseriusannya, Pemkab Bojonegoro akan mengadakan Festival HAM 2016 dengan mengangkat tema Merayakan Praktik Pancasila di Tingkat Lokal pada November 2016 mendatang. Sebelumnya, Bojonegoro terpilih mewakili Indonesia sebagai daerah percontohan pada ajang “Open Government Partnership (OGP) Subnational Government Pilot Program” atau Percontohan Pemerintah Daerah Terbuka pada April 2016 lalu. Kabupaten Bojonegoro bersama Kota Seoul (Korea Selatan) dan Kota Tbilisi (Georgia) menjadi percontohan pemerintah daerah pertama di Asia, bersanding dengan 13 kota besar di dunia. (Fath/@imam_fath)





























