Kekuasaan Mayoritas Justru Bisa Sandera Jokowi

Jakarta, Obsessionnews.com - Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya menilai kebijakan perombakan kabinet (reshuffle) oleh Presiden Jokowi sebelumnya hanya sebagai simbolisasi pengambilalihan politik secara mayoritas di DPR. Namun dengan memiliki kekuasaan mayoritas bukan berarti Presiden Jokowi sudah berada pada zona aman. Menurut Yunarto, kekuasaan mayoritas itu justru sewaktu-waktu bisa menyandera Jokowi. "Kita tunggu apakah pa Jokowi bisa memanfaatkan kekuatan mayoritas atau jangan-jangan kekuatan mayoritas itu menyandera. Tantangannya di situ," ujar Yunarto saat dihubungi, Rabu (10/8/2016) malam. Yunarto mengatakan siapapun presidennya pasti menginginkan kekuasaan mayoritas dan pada level itu Jokowi sudah berhasil melaksakan tugasnya sebagai panglima politik dengan baik. Pada sisi positifnya, kekuasan mayoritas di parlemen otomatis membuat pengambilan keputusan akan lebih mudah dijalankan. Seperti dalam hal UU Tax Amnesty, pengangkatan Tito Karnavian sebagai Kapolri. "Tetapi tidak ada koalisi permanen, tetap saja pragmatisme dalam koalisi. Bukan tidak mungkin itu bisa menggaggu berjalann pemerintahan ke depan. Di situlah manajemen kepemimpinan akan diuji," katanya. (Has)





























