Garda Bangsa Jatim: 1,7 Juta Jiwa Buta Huruf

Garda Bangsa Jatim: 1,7 Juta Jiwa Buta Huruf
Surabaya, Obsessionnews.com -  Sebagai kota metropolis kedua setelah Jakarta, Surabaya, ternyata kondisi generasi bangsanya masih ada yang buta huruf dan sulit mengenyam pendidikan gratis. Warga di kampung pemulung, Keputih, Surabaya meminta Walikota Surabaya Tri Rismaharini menuntaskan permasalahan pendidikan di Surabaya. Ketua DKW Garda Bangsa Jatim, Anggota DPRD Jatim Kabil Mubarok bersama relawan Garda Bangsa Jatim mendatangi kampung pemulung, Keputih karena di daerah tersebut masih banyak anak buta huruf dan sulit mengenyam pendidikan gratis, dikarenakan kondisi ekonominya jauh dari sejahtera. Kabil Mubarok, menambahkan, kondisi masyarakat di kampung pemulung, Keputih ini sangat ironis.  Sselain mayoritas masyarakatnya berprofesi pemulung, anak-anak pun kesulitan mendapatkan pendidikan gratis dan layak.  Bahkan tidak sedikit dari mereka yang memilih tidak mengenyam sekolah dasar dan memilih ikut sekolah TPQ gratis yang dilakukan sejumlah relawan, dikarenakan tidak mampu membiayai anaknya sekolah. "Untuk itu, Garda Bangsa Jatim datang ke kampung pemulung ini sebagai upaya memberantas buta huruf di Surabaya dengan menggelontor buku pendidikan dasar," ujar Politisi yang duduk sebagai anggota Komisi B DPRD Jatim ini. Politisi dari PKB ini menegaskan, yang membuat kondisi di kampung ini semakin memprihatinkan adalah lingkungannya, di kanan-kiri rumah tempat tumpukan sampah, karena pekerjaan mayoritas warganya yang sebagai pemulung. Kabil menuturkan, kondisi masyarakat di kampung pemulung, Keputih ini salah satu bukti masih banyaknya permasalahan yang ada di Surabaya dan harus dituntaskan oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini. "Harusnya walikota 2 periode itu tidak memilih maju Pilgub DKI Jakarta, sebelum menuntaskan berbagai tugasnya di Surabaya," pintanya. Sementara itu, Endah Setiyana, relawan pendidik di kampung pemulung, Keputih menambahkan, mayoritas anak di kampung pemulung ini memilih tidak mengeyam sekolah dasar, dikarenakan kesulitan biaya. Apalagi tidak ada bantuan dari Pemkot, harusnya masyarakat ini bisa mendapat bantuan pendidikan gratis dari Pemkot. (Rud)