Pencarian Korban Kapal Pisang IV Alami Kesulitan

Pencarian Korban Kapal Pisang IV Alami Kesulitan
Semarang, Obsessionnews – Pencarian korban kapal nelayan “Pisang IV” yang ditemukan terbalik di Semenanjung Pangandaran, Jawa Barat sepertinya akan berlangsung cukup sulit. Pasalnya, rentang waktu antara kapal hilang dengan saat penemuan bangkai kapal terbilang lama. "Susah cari keberadaan anak buah kapal (ABK) yang 11 orang. Seminggu hilang baru lapor. Pemiliknya baru lapor setelah kapalnya ditemukan terbalik," kata Kepala Kantor Basarnas Semarang, Agus Haryono, Kamis (4/8/2016). Menurut Agus, tubuh seluruh Anak Buah Kabal Pisang IV diprediksi hanyut hingga ke wilayah perairan Jawa Barat. Sebab, dari hasil pengamatan tim kondisi air laut mengalir ke arah barat Semenanjung Pangandaran. "Kalau melihat arah arus dan angin laut saat ini, cenderung ke arah barat-selatan," ujar Agus menambahkan. Berhubung waktu pelaporan terlanjur lama, perlu strategi khusus untuk menemukan para korban tenggelam. Awal mula, tim menyebar informasi korban ke kapal-kapal yang lewat di Perairan Pangandaran via radio. "Dengan harapan kalau kapal-kapal tersebut melihat posisi para korban dapat memberikan pertolongan," terang Agus. Strategi selanjutnya berupa melokalisir area pencarian dengan menghitung posisi korban setelah terdampak drift. Drift adalah aliran air laut yang terjadi karena hembusan angin. "Kami hitung arah dan kecepatan arus laut, angin laut dan pengaruh-pengaruh lain dari posisi pertama kapal tersebut lost contact hingga hari ini," jelasnya. Seperti diketahui, Kapal Pisang IV ditemukan nelayan setempat dalam keadaan terbalik di Semenanjung Pangandaran, Jawa Barat, pada pukul 21.00 WIB, Rabu, (3/8/2016). Kapal tersebut berangkat sejak tanggal 27 Juli lalu dengan memuat 11 ABK. Kapal kehilangan kontak sehari setelah berlayar dari Pelabuhan Cilacap. (ihy)