Pemprov Sumbar Tumbuhkan Jiwa Usaha Generasi Minang

Pemprov Sumbar Tumbuhkan Jiwa Usaha Generasi Minang
Padang, Obsessionnews.com - Jiwa dagang yang sudah mendarah daging masyarakat Minang, mulai ditumbuhkan kembali. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) berupaya menggerakkan kembali, sehingga semangat jiwa dagang tetap bertahan bahkan semakin berkembang. Upaya Pemprov Sumbar mendorong dengan mendirikan semacam lembaga sekolah bernama Minangkabau Business School And Entreprenuership Center (MBS-EC). Lembaga ini hadir sebagai bisnis dan pusat kewirausahaan yang dapat nanti memepersiapkan SDM uyang handal dan optimal dan menjadi mitra pemerintah. Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengapresiasi MBS-EC hadir di Sumbar. Lembaga itu merupakan terobosan yang baik untuk peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat, walaupun saat ini banyak perguruan tinggi yang melahirkan sarjana ekonomi. Meskipun bangan lulusan sarjana ekonomi, tetapi masih menganggur dan berpikir untuk mencari kerja, bukan membuat lowongan kerja sendiri. "Kalau anak muda lulusan perguruan tinggi berpikir, setamat kerja hanya menunggu lowongan kerja, sifatnya hanya terbatas dan akhirnya menganggur," katanya saat launcing di Gubernuran Selasa (2/8). Ia berharap keberadaan lembaga itu dapat merubah cara pandang dan cara berfikir anak muda untuk menumbuhkan jiwa wirausaha dalam dirinya dalam menciptakan dunia kerja sendiri seperti menjadi pengusaha. “Banyak persoalan dan permasalahan yang terjadi di bidang kewirausahaan saat ini, hal tersebut yang akan diterobos MBS-EC kedepannya. Jadi, hadirnya MBS-EC ini memberikan solusi yang tadinya tidak mungkin bisa menjadi mungkin,” ujarnya. Irwan - minang 2 Dalam kesempatan yang dama, Ketua MBS-EC Prof. Helmi mengatakan, nama Minangkabau diambil sebagai sebuah branding untuk menggali jiwa pengusaha pada generasi muda di Sumbar, sehingga nanti dapat meelahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal untuk memanfaatkan potensi meningkatkan kesejahteraan Sumbar. "MBS-EC tidak hanya mengarah kepada wirausaha muda yang yang sudah memiliki usaha, namun juga yang berminat menjadi wirausaha baru. Dengan berbagai penguatan baik secara kapasitas, inovasi, pratek serta membangun jiwa kewirausahaan," katanya. Lebih lanjut dikatakan, untuk sistem pembelajaran mencakup dua aspek yang saling terkait yaitu proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi yang berada pada domain sekolah bisnis dan pengembangan kewirausahaan yang berada pada domain pusat kewirausahaan. "Pembentukan MBS-EC merupakan gagasan hanya individu tetapi dengan bersinergi dengan swasta, perguruan tinggi dan Pemda, karena dengan kebersamaan kita akan dapat membangun perekonomian Sumbar dalam upaya merubah nasib sebab masyarakat minang mempunyai jiwa pengusaha," ujarnya. Sedangkan salah seorang narasumber Donny Oskaria, Komisaris Garuda Indonesia yang juga merupakan penasihat presiden dibidang ekonomi dan industri mengatakan, sangat penting menciptakan wirausaha muda, sebab trend saat ini menjadi pengusaha lebih dari menjadi pekerja. Dengan hadir MBS- EC sangat penting untuk melahirkan pengusaha muda hadal dari ranah minang yang profesional. Ia menjelaskan bahwa saat ini dunia berubah begitu cepat dengan ada teknologi informasi. Segala bentuk usaha sudah dilakukan lewat penggunaan tekhnologi dan menawarkan produk kepada pelanggannya. "MBS-EC dapat merubah image masyarakat Minang yang dahulu dengan perkembangan teknologi dengan cara berpikir kreatif dan inovatif dalam memilih target marketnya, sehingga kita akan menunjukan Sumbar sebagai sumber pasar kepada dunia," ujarnya. Dalam kesempatan tersebut turut menjadi pembicara selain Donny Oskaria, Prof. M. Firdaus, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB Bogor dan Prof. Tafdil Husni, Rektor Unand. (Musthafa Ritonga/@alisakinah)