Jokowi: Inovasi Jangan hanya Dinikmati Orang Berada

Jakarta, Obsessionnews.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan bahwa saat semua bangsa sedang berada di era inovasi. Terhadap segala inovasi yang ada, Presiden Jokowi menyerukan untuk memastikan inovasi yang benar-benar memberikan kontribusi untuk kesejahteraan rakyat, tidak hanya bagi orang-orang berada, namun juga bagi masyarakat yang kurang mampu. Pernyataan itu disampaikan Presiden dalam acara World Islamic Economic Forum (WIEF) di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC), Selasa (2/8/2016). Dalam gelaran kali ini, Jakarta bertindak sebagai tuan rumah bagi forum internasional yang sampai dengan saat ini telah diselenggarakan sebanyak 12 kali tersebut. "Inovasi dapat membuat sejumlah orang menjadi sangat kaya. Tetapi hanya diri kitalah sebagai pemimpin yang dapat memastikan bahwa manfaat dari inovasi tersebut terbagi juga secara adil kepada masyarakat kurang mampu," serunya. Oleh karenanya, Presiden Jokowi mengajak semua pihak untuk bersama menghadapi tantangan ini. Bangun sistem yang dapat mendidik anak-anak kita agar dapat bersaing di abad ke-21 ini. Ciptakan kenyamanan, keamanan, dan kesejahteraan bagi masyarakat dunia. "Yang lebih penting tapi juga paling sulit, kita harus bangun budaya yang terbuka. Budaya yang tidak hanya menoleransi perbedaan, tapi juga secara tulus menghormati perbedaan. Bagaimana? satu demi satu, langkah demi langkah," ujar Presiden Jokowi. World Islamic Economic Forum (WIEF) resmi dibuka. Pemukulan gong sebanyak lima kali oleh Presiden Jokowi dengan didampingi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Ketua WIEF Tun Dato' Musa bin Hitam menandai dibukanya gelaran WIEF ke-12 tahun 2016. Adapun sejumlah pemimpin negara yang hadir dalam WIEF ke-12 adalah Perdana Menteri Malaysia Dato' Sri Mohd Najib bin Tun Abdul Razak, Presiden Tajikistan Emomali Rahmon, Presiden Republik Guinea Alpha Conde, dan Perdana Menteri Republik Sosialis Sri Lanka Ranil Shriyan Wickremesinghe. Untuk diketahui, Indonesia kembali diberi kehormatan untuk menjadi tuan rumah pertemuan skala internasional WIEF ke-12. Sebelumnya, Indonesia pernah menjadi tuan rumah dalam kegiatan serupa pada 2009 lalu. (Has)





























