Indonesia Urutan ke-4 Negara Tujuan Investasi Asia

Indonesia Urutan ke-4 Negara Tujuan Investasi Asia
Jakarta, Obsessionnews.com – Sejak dibukanya hubungan diplomatik Swiss dan Indonesia sejak tahun 1952, membuat kerjasama internasional antara keduanya semakin cukup signifikan. Swis memposisikan Indonesia berada di peringkat ke-4 sebagai daftar negara tujuan utama untuk investasi di Asia. “Swiss juga memilih Indonesia sebagai salah satu negara prioritas untuk melakukan kerjasama strategis dalam rangka peningkatan ekonomi, termasuk di sektor industri,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Perayaan Hari Kemerdekaan ke-725 Swiss di Jakarta, Senin malam (1/8/2016). Kementerian Perindustrian mencatat. Pada tahun 2015, nilai perdagangan Indonesia-Swiss mencapai USD 1,7 miliar atau meningkat tajam sebanyak 124 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Sedangkan, kinerja ekspor Indonesia ke Swiss sebesar USD 1,07 miliar dan impor Indonesia dari Swiss sekitar USD 0,63 miliar,” paparnya. Airlangga menyakini Swiss akan memberikan dukungan dan bantuan untuk Indonesia di sektor industri seperti pengembangan industri kecil menengah, industri agro, dan pelaksanaan pendidikan vokasi. “Swiss merupakan salah satu negara industri maju di Eropa. Oleh karena itu, Indonesia perlu belajar mengenai penggunaan teknologi dan pengembangan SDM untuk industri yang diterapkan oleh Swiss,” harapnya. Airlangga juga terus mendorong para pengusaha Swiss agar menambah investasinya di Indonesia terutama sektor manufaktur, farmasi, dan bioenergi. “Hal ini sebagai upaya menjalankan arahan Presiden Joko Widodo terkait pemerataan industri di luar pulau Jawa dan wilayah perbatasan,” ulasnya. Pada kesempatan tersebut, Menperin memberikan apresiasi kepada pemerintah dan pengusaha Swiss, yang selama ini telah berkontribusi terhadap pembangunan industri di Indonesia. “Kami akan membuka peluang kerjasama yang sama-sama diminati sehingga dapat meyejahterakan kedua negara,” paparnya. Hingga saat ini, sebanyak 150 perusahaan Swiss telah beroperasi di Indonesia dengan total penyerapan tenaga kerja mencapai 60.000 orang. Kami harap dapat terus menjadi mitra usaha bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia. (Aprilia Rahapit)