Rio Haryanto Terjepit Diantara Wehlrein dan Mercedes

Hockenheim, Obsessionnews.com- Dua komentator Skysports, David Croft dan Anthony Davidson, membicarakan karir Rio Haryanto di Formula 1. Menurut mereka, ketika mengomentari latihan kedua GP Jerman kemarin, Rio mengalami posisi sulit sebagai pembalap yang membayar untuk mendapatkan kursi di Manor Racing. Apalagi masalah dana yang memang tidak bisa terpenuhi (harus terpenuhi menjelang GP Belgia 3 pekan lagi). Secara psikologis pasti menggangu tugas utama Rio: membawa Manor membalap sekencang mungkin. Amthony Davidson, mantan pembalap tim Formula 1, Super Aguri pada 2008 yang sekarang menjadi pembalap pada tim Toyota Hybrid Racing di ajang World Endurance Championship, memahami posisi Rio. Dia mengaku bahwa banyak pembalap tim kecil F1 harus membawa uang untuk bisa membeli kursi. Tapi itu bukan berarti mereka pembalap yang buruk. Beberapa pembalap hebat juga membawa uang agar bisa memperpanjang karir di F1. Davidson paham, bagaimana membalap dengan situasi tak pasti, dan harus mendapatkan performa terbaik dari mobilnya. "Ia pasti berpikir, berapa lama lagi ini akan berlanjut?" David Croft menambahkan, Rio memang mendekati Pascal di kualifikasi, tapi dalam balapan ia selalu dibelakang Pascal (jika kedua mobil mereka finish). Tapi Davidson membela pembalap Indonesia ini. "Rio tak mempermalukan dirinya sendiri. Patut diketahui, Pascal Wehlrein adalah pembalap muda yang dimasa depan akan membalap untuk Mercedes. Dia pasti mendapat dukungan penuh dari Mercedes. Untuk Manor, hal ini berarti tim akan aman untuk beberapa tahun kedepan (dalam hal pasokan mesin). "Pascal adalah pembalap yang dianggap sangat berbakat oleh tim besar pemenang Grand Prix, yang sekarang sedang memimpin klasemen balapan. Bagi Rio Haryanto, dalam kenyataan seperti ini, dia tidak mempermalukan dirinya sama sekali," papar Davidson. David Croft langsung setuju dengan pendapat Davidson. Rio Haryanto pernah mengaku bahwa ia memang mendapatkan perintah untuk mengamankan posisi Manor dari tim yang dianggap setara, misalnya Sauber dan Renault. Tapi bisa berarti ia harus mengamankan posisi Pascal Wehlrein, dan itu terlihat dalam hampir setiap GP tahun ini. (skysport) @baronpskd





























