Hubungan Perdagangan Indonesia - Maroko Meningkat

Jakarta, Obsessionnews.com – Hubungan manis Indonesia dan Maroko terjalin sejak tahun 1960, diawali kunjungan Presiden Soekarno ke negara Maroko. Kini kerjasama Indonesia dan Maroko semakin meningkat, terutama bidang ekonomi dan bidang perdagangan. “Volume perdagangan tahun 2015 mencapai US $ 240 juta, dimana tahun 2014 volume perdagangan US $ 222 juta. Ini berarti hubungan Indonesia dan Maroko sangat pontesial,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dalam acara seremonial kenaikan Takhta Raja Maroko Homammed VI ke 17 di Hotel Borubudur, Sabtu (30/7/2016) malam.
Duta Besar Maroko untuk Indonesia Mohamed Majdi menjelaskan, bahwa hubungan kerja sama antara Indonesia dan Maroko merupakan contoh sempurna dari implementasi Kerja sama Selatan-Selatan (South-South Cooperation). Sementara Mantan Dubes Indonesia untuk Maroko Tosari Wijaya yang menghadiri acara tersebut mengakui adanya perkembangan meningkat terutama bidang ekonomi dan perdagangan. “Beberapa industri sudah dibangun di Maroko. Misalnya, sejak saya disana (Maroko) pabrik Indomie sudah dibangun,” ucap Tosari Wijaya kepada Obsessionnews.
Selain itu, Tosari yang hingga kini masih aktif menjalin hubungan kerjasama dengan Maroko ini menuturkan, adanya kerjasama pembangunan industri baja di Maroko yang melibatkan pekerja Maroko. “Industri baja internasional pusatnya yang di Jakarta, namun juga dibangun di Maroko bagian selatan dan beberapa tenaga kerja maroko dikirim kesini untuk berlatih,” ujarnya. Belum lagi, yang semakin meningkat hubungan antar masyarakat Maroko dan Indonesia, seperti, lanjut Tosari, selain banyak pelajar Indonesia yang belajar di Maroko, namun sekarang banyak mahasiswa Maroko mendapat beasiswa dan belajar disini (Indonesia). (Popi Rahim) [caption id="attachment_141462" align="aligncenter" width="640"]
Mantan Dubes Indonesia untuk Maroko Tosari Wijaya (mengenakan jas) turut menghadiri acara kenaikan Takhta Raja Maroko Homammed VI ke 17 di Hotel Borubudur, Sabtu (30/7/2016) malam.[/caption]
Duta Besar Maroko untuk Indonesia Mohamed Majdi menjelaskan, bahwa hubungan kerja sama antara Indonesia dan Maroko merupakan contoh sempurna dari implementasi Kerja sama Selatan-Selatan (South-South Cooperation). Sementara Mantan Dubes Indonesia untuk Maroko Tosari Wijaya yang menghadiri acara tersebut mengakui adanya perkembangan meningkat terutama bidang ekonomi dan perdagangan. “Beberapa industri sudah dibangun di Maroko. Misalnya, sejak saya disana (Maroko) pabrik Indomie sudah dibangun,” ucap Tosari Wijaya kepada Obsessionnews.
Selain itu, Tosari yang hingga kini masih aktif menjalin hubungan kerjasama dengan Maroko ini menuturkan, adanya kerjasama pembangunan industri baja di Maroko yang melibatkan pekerja Maroko. “Industri baja internasional pusatnya yang di Jakarta, namun juga dibangun di Maroko bagian selatan dan beberapa tenaga kerja maroko dikirim kesini untuk berlatih,” ujarnya. Belum lagi, yang semakin meningkat hubungan antar masyarakat Maroko dan Indonesia, seperti, lanjut Tosari, selain banyak pelajar Indonesia yang belajar di Maroko, namun sekarang banyak mahasiswa Maroko mendapat beasiswa dan belajar disini (Indonesia). (Popi Rahim) [caption id="attachment_141462" align="aligncenter" width="640"]
Mantan Dubes Indonesia untuk Maroko Tosari Wijaya (mengenakan jas) turut menghadiri acara kenaikan Takhta Raja Maroko Homammed VI ke 17 di Hotel Borubudur, Sabtu (30/7/2016) malam.[/caption] 




























