Warga Medan Diingatkan Jangan Terprovokasi Kerusuhan

Medan - Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto mengingatkan warga mayarakat jangan terprovokasi kerusuhan atau pembakaran beberapa vihara dan kelenteng di Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara. "Warga Medan jangan terpancing kejadian yang di daerah lain!" seru Mardiaz, Sabtu (30/7). Ia pun meminta, harmonisasi dan kerukunan antarumat beragama, serta antarsuku di Medan harus tetap terpelihara dengan baik. FKPD Kota Medan beserta FKUB siap memfasilitasi bila terdapat perselisihan antarumat di daerah tersebut. "Ingat, Kota Medan adalah rumah kita bersama. Marilah kita bangun menuju rumah yang nyaman, tertib dan sejahtera," kata mantan Kapolres Mandailing Natal. Dalam kerusuhan di Tanjungbalai Sabtu dini hari, massa membakar Vihara Tri Ratna, Vihara Avalokitesvera, Kelenteng Dewi Ratna, Kelenteng Dewi Samudera, Klenteng Tio Hai Bion, dan Kelenteng Lyoung Sedangkan yang dirusak yakni Vihara Vimalakirty, Kelenteng Hien Tien Siong, Kelenteng Macho, Kelenteng Lin Kioe Ing Tong Jalan A Yani, Klenteng Huat Cu Keng Jalan Juanda. Massa juga merusak dua gedung Yayasan Sosial Kemalangan dan Yayasan Putra Esa. Selain itu, enam mobil dibakar, juga tiga sepeda motor dan satu becak bermotor. Hingga saat ini, Polres Tanjungbalai telah mengamankan warga yang memprotes penggunaan pengeras suara azan yang diduga sebagai pemicu kerusuhan, dan tujuh remaja yang diduga menjarah saat aksi perusakan berlangsung. Ketujuh remaja yang diamankan itu, yakni FR (15), HK (18), AA (18), MAR (16), MRM (17), AJ (21) dan MIL (10). Sedangkan barang bukti yang diamankan di antaranya velg mobil, dan tabung elpiji. [caption id="attachment_141372" align="aligncenter" width="640"]
Para perusuh juga merusak dan membakar setidaknyaa enam kendaraan roda empat. (BBC)[/caption] Tanjung Balai Mencekam Suasana Tanjung Balai terasa mencekam, toko-toko tutup sejak pagi, dan petugas polisi dan tentara berjaga di berbagai sudut, khususnya di rumah-rumah ibadat Budha dan Kong Hu Tsu. Seperti digambarkan Arsyad, wartawan yang bekerja di Tanjung Balai, kepada BBC, warga keturunan Cina tak tampak di tempat-tempat umum. "Mereka sepertinya tidak mau keluar rumah, masih khawatir dengan keadaan," katanya. Namun awalnya, banyak juga warga lain yang datang ke rumah-rumah ibadat yang dirusak dan dibakar itu, untuk sekadar melihat-lihat. "Mereka sekadar penasaran saja, sesudah kerusuhan semalam. Tapi tidak ada orang yang tampak ingin melakukan perusakaan lagi," tambah Arsyad pula. Pembakaran dan perusakan terhadap brbagai rumah ibadat dan fasikitas atau bangunan milik warga keturunan Cina meletus di Tanjung Balai, Sumatera Utara, Jumat (29/7) menjelang tengah malam, sejak sekitar pukul 23.00 Wib. Setidaknya tiga vihara dan delapan kelenteng sebuah yayasan sosial dan tiga bangunan dirusak atau dibakar. Setidaknya enam mobil juga dibakar atau dirusak. (Ant/BBC)
Para perusuh juga merusak dan membakar setidaknyaa enam kendaraan roda empat. (BBC)[/caption] Tanjung Balai Mencekam Suasana Tanjung Balai terasa mencekam, toko-toko tutup sejak pagi, dan petugas polisi dan tentara berjaga di berbagai sudut, khususnya di rumah-rumah ibadat Budha dan Kong Hu Tsu. Seperti digambarkan Arsyad, wartawan yang bekerja di Tanjung Balai, kepada BBC, warga keturunan Cina tak tampak di tempat-tempat umum. "Mereka sepertinya tidak mau keluar rumah, masih khawatir dengan keadaan," katanya. Namun awalnya, banyak juga warga lain yang datang ke rumah-rumah ibadat yang dirusak dan dibakar itu, untuk sekadar melihat-lihat. "Mereka sekadar penasaran saja, sesudah kerusuhan semalam. Tapi tidak ada orang yang tampak ingin melakukan perusakaan lagi," tambah Arsyad pula. Pembakaran dan perusakan terhadap brbagai rumah ibadat dan fasikitas atau bangunan milik warga keturunan Cina meletus di Tanjung Balai, Sumatera Utara, Jumat (29/7) menjelang tengah malam, sejak sekitar pukul 23.00 Wib. Setidaknya tiga vihara dan delapan kelenteng sebuah yayasan sosial dan tiga bangunan dirusak atau dibakar. Setidaknya enam mobil juga dibakar atau dirusak. (Ant/BBC) 




























