Jokowi Jangan Tergoda Manuver Politik Golkar

Jokowi Jangan Tergoda Manuver Politik Golkar
Jakarta, Obsessionnews.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hendaknya waspada dan tidak tergoda manuver politik Partai Golkar yang mendorong dirinya kembali sebagai bakal calon presiden (capres) Pemilu 2019. Manuver Golkar dinilai kontraproduktif bagi kepemimpinan Jokowi. "Pendeklarasian ini saya lihat justru bisa jadi bumerang bagi Jokowi. Kalau kata anak muda sekarang, ini ibarat jebakan batman!" tandas Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), Usamah Hisyam, dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (29/7/2016). Diberitakan, dalam acara penutupan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar di Jakarta, Kamis (28/7), yang ikut dihadiri Jokowi, partai yang baru merapat ke pemerintah ini resmi mendeklarasikan Jokowi sebagai bakal capres pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. Menurut Usamah, dari jangka waktu lima tahun pemerintahannya saat ini, Jokowi belum mencapai masa dua tahun menjabat. Saat ini yang ditunggu-tunggu rakyat Indonesia adalah fokus pemerintah untuk menyelesaikan persoalan-persoalan ekonomi agar roda perekonomian nasional bisa terus bergerak maju. Bukan malah memikirkan perpanjangan kekuasaan yang masih tiga tahun ke depan. [caption id="attachment_141073" align="aligncenter" width="640"]Jokowi di Rapimnas Golkar Jokowi hendaknya waspada dan tidak tergoda manuver politik Partai Golkar yang mendorongnya maju di Pilpres 2019.[/caption] Bagi Usamah, deklarasi itu tak lebih dari manuver politik, dan justru sangat kontraproduktif bagi kepemimpinan Jokowi. "Karena, bisa jadi presiden malah hanya akan disibukkan dengan agenda-agenda politik yang sudah pasti terselip di balik dukungan tersebut," ujar Usamah, yang dikenal sebagai wartawan senior, enterpreneur, dan penulis buku-buku biografi tokoh nasional. Usamah mengingatkan, dukungan rakyat terhadap Jokowi sebagai Presiden pada Pemilu 2014 lalu dikarenakan kekuatan personal Jokowi yang dianggap pro rakyat. Partai politik hanya sebagai pengusung. "Jadi Presiden harus fokus dulu tiga tahun ke depan untuk memenuhi harapan rakyat, terutama mewujudkan Nawacita," ujar Usamah, yang menjelang Pilpres 2014 lalu menjadi Koordinator rombongan Umroh Keluarga Jokowi. Usamah mengakui, dukungan Golkar terhadap pemerintah memang sangat diperlukan untuk menjaga check and balance di parlemen. "Tapi urusan dukung-mendukung pada pilpres mendatang tidak perlu dipikirkan sekarang. Belanda masih jauh!" tandasnya. Bilamana kinerja pemerintahan Jokowi sesuai harapan rakyat, Usamah meyakini, dalam Pilpres 2019 rakyatlah yang akan meminta Jokowi untuk maju kembali sebagai capres 2019-2024. (Red)