Pentolan Gerindra Sanjung Reshuffle Ala Jokowi

Pentolan Gerindra Sanjung Reshuffle Ala Jokowi
Jakarta, Obsessionnews.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono, menilai kabinet baru hasil reshuffle jilid II cukup memberikan harapan pada perbaikan ekonomi dan percepatan program program pembangunan. Sri Mulyani efek akan lebih bisa mengerek nilai rupiah dibandingkan Jokowi efek saat jelang Pilpres 2014 dan melorot selama hampir dua tahun dalam kepemimpinan Jokowi. “Sri Mulyani efek akan lebih mengairahkan iklim Investasi dari luar negeri apalagi Sri Mulyani punya kemampuan yang cukup mumpuni saat mengatasi dampak krisis ekonomi global tahun 2008 serta pengalamannya sebagai direktur regional Bank Dunia, meski tidak sempurna dalam mengatasi krisis tahun 2008 karena bail-out Bank Century yang akhirnya mengarah tindak pidana korupsi, walaupun itu bukan kesalahan dari Sri Mulyani,” papar pentolan Gerindra itu, Kamis (28/7/2016). Arief Poyuono mengatakan, Sri Mulyani yang menjadi Mentreri Keuangan juga bisa sebagai bumper untuk menganjal aksi-aksi korporasi dengan pinjaman ke luar negeri yang dilakukan oleh Menteri BUMN yang berpotensi akan banyak terjadi default pinjaman luar negeri tersebut. Sementara, lanjut dia, terpilih Enggartiasto Lukito yang berlatar belakang seorang pengusaha yang punya jaringan luas, punya harapan untuk bisa meredam harga-harga barang commodity yang terus meroket yang menyebabkan daya beli masyarakat semakin terpuruk, dan ini harus dilakukan dalam tiga bulan untuk meredam harga-harga barang terutama sembako. Kemudian, Menteri Perindustrian yang dipimpin oleh Airlangga Hartarto juga menjadi angin baru bagi tumbuhnya Industri nasional baru. “Hal ini karena Airlangga cukup punya pengalaman di DPR yang mengurusi sektor anggaran, dimana dari pengalaman itu bisa menciptakan sebuah industri yang murah dan efisien serta bisa menghasilkan industri yang bisa bersaing di pasar international,” tandasnya. Sedangkan Thomas Lembong sebagai Kepala BKPM juga cukup bisa memberikan harapan untuk bisa lebih menarik investasi luar negeri masuk ke Indonesia karena jaringan Thomas Lembong di luar negeri. [caption id="attachment_52314" align="aligncenter" width="640"]Arief Poyuono dan Prabowo Arief Poyuono dan Prabowo[/caption] Selanjutnya, kata Arief, terpilihnya Budi Karya sebagai MenHub yang sudah punya pengalaman dalam bidang infrastruktur di korporasi tempat dia pernah menjabat, akan lebih menguasai dan lebih dapat mendukung program-program pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur yang sesuai dengan TriSakti dan Nawacita. Ia menambahkan, pengalaman Wiranto dalam masalah Polkam dalam negeri sudah tidak diragukan dengan keberhasilan mengendalikan kerusuhan jelang Pak Harto Lengser, serta memgamankan sidang MPR 1999 yang akhirnya Habibie bisa legowo untuk tidak terpilih sebagai Presiden dan melaksanakan Pemilu yang sangat demokratis dan aman. “Begitu juga saat Wiranto dipecat oleh Preesiden Gus Dur saat itu, terlihat Wiranto sangat tenang dan legowo walaupun tidak lama kemudian Gus Dur dilengserkan oleh Megawati. Jadi sudah benar Joko Widodo menempatkan Wiranto yang sangat mumpuni untuk menciptakan stabilitas nasional,” tegasnya. Artinya, jelas dia, pengalaman Luhut Panjaitan masih jauh di bawah Wiranto dalam bidang Polkam dan Luhut Panjaitan memang lebih pantas untuk menjadi Menko Maritim untuk memgamankan sektor migas di laut agar bisa dikelola oleh Negara. “Jadi harapan saya reshuffle ini akan lebih bisa membawa perbaikan yang lebih untuk kesejahteraan rakyat. Semoga pak Joko Widodo bisa bekerja lebih baik dengan pemain-pemain barunya di kabinet,” tutur Pentolan Gerindra ini. (Ars)