Luar Biasa! Buruh Jahit ini Bersyukur Anaknya Kuliah di UGM

Luar Biasa! Buruh Jahit ini Bersyukur Anaknya Kuliah di UGM
Yogyakarta, Obsessionnews.com – Mujiyah Srihidayati sosok perempuan yang tangguh. Ia seorang janda. Sepeninggal suaminya enam tahun lalu, Mujiyah terpaksa bekerja sebagai buruh jahit agar dapur di rumahnya tetap mengepul. Ia mengerjakan pesanan menjahit di sebuah rumah milik temannya di pinggiran kota Blitar, Jawa Timur. Luar biasa! Mujiyah mengaku  menerima pesanan 2-3 pakaian setiap hari. Itu pun kadang tidak menentu, bisa-bisa selama satu minggu tidak ada satu pun order jahit, atau sekadar permak pakaian yang datang. Untuk permak pakaian ia mendapat upah sekitar Rp25 ribu. Rezeki yang diperolehnya dari menjahit itu dipergunakan untuk menghidupi anak semata wayangnya, Ika Rizky Fauziah Abdullah, dan kedua orang tuanya yang tinggal serumah dengannya. Ia bersyukur penghasilannya sebagai buruh jahit masih mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari. Beruntung Mujiyah tidak mengeluarkan uang untuk keperluan sewa kontrak rumah, karena sejak menjanda ia pindah ke rumah orang tuanya. Sebagai satu-satunya tulang punggung keluarga, dia  tidak pernah berpangku tangan. Baginya hidup harus terus berjalan. Meski hidup yang dilakoni dalam suasana keprihatinan, Mujiyah memiliki tekad kuat menyekolahkan Ika hingga jenjang perguruan tinggi. Selama duduk di bangku sekolah menengah, Ika mengaku tidak pernah menyampaikan keluhan pada ibunya. Ia selalu ingin membuat ibunya senang dan bangga dengan cara menunjukkan prestasi yang berhasil diraihnya.  Apalagi ia rutin dapat beasiswa berkat prestasi yang ia gapai. Selama duduk di SMAN 1 Blitar, Ika selalu masuk ranking sepuluh besar. Dengan kemampuannya berbahasa Inggris, Ika berkesempatan mengikuti program pertukaran pelajar ke Amerika Serikat. Selama kurang lebih satu tahun ia menikmati pendidikan menengah di negeri Paman Sam tersebut. Setelah pulang dari Amerika ia kemudian melanjutkan pendidikan SMA di Blitar hingga lulus. Ika tertarik untuk menekuni dunia diplomat setelah mengikuti program pertukaran pelajar.  Ia lalu memilih mendaftar di Prodi Hubungan Internasional Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) saat Seleksi Nasional Masuk Perguruan tinggi Negeri (SNMPTN) dibuka. Ika bersyukur bukan kepalang karena diterima kuliah di UGM, apalagi mendapat beasiswa Bidik Misi (Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi), sehingga tidak membebani ibunya. Ika menyadari penghasilan ibunya sebagi buruh jahit hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari. Diterima kuliah di UGM bagi Mujiyah menjadi sebuah berkah bagi keluarga sekaligus pertanda terkabulnya doa yang selalu ia panjatkan setiap hari. “Setiap malam saya selalu berdoa, bisanya cuma hanya itu, hanya bisa bantu doa. Selalu memohon bimbingan-Nya, memberikan jalan yang terbaik,” kata Mujiyah dengan mata berkaca-kaca seperti dikutip dari siaran pers Humas UGM, Kamis (28/7/2016),. Kuliah di UGM adalah impian Ika sejak kecil. Pilihannya memililh prodi Hubungan Internasional menurutnya sebagai jalan untuk menggapai masa depan yang lebih cerah. (@arif_rhakim)Baca Juga:Anak dari Keluarga Berekonomi Lemah Ini Diterima di FEB UGMMengagumkan! Tias, Anak Penjual Es Diterima Kuliah di UGMHebat! Novi, Anak Buruh yang Diterima Kuliah di FH UGMDahsyat! Obsesi Anak Sopir Angkot Ini Kuliah di UGM TerwujudLuar Biasa! Anak Pemulung Ini Sukses Masuk FK UGMKisah Inspiratif! Erwan, Anak Tukang Ojek yang Diterima di UGMLuar Biasa! Anak Kuli Bangunan Ini Diterima di UGMWow, Keren! Deny, Anak Buruh Tani yang Kuliah di UGMAnak Penjual Gorengan Ini Diterima Kuliah di FK UGMHebat! Tiffani, Anak Penjaga Toko yang Diterima di UGMRefo, Anak Penjahit yang Diterima Kuliah di UGM