Tengkulak Cuma Untungkan Petani Sesaat

Jember, Obsessionnews.com – Panen raya sekaligus pemasyarakatan mekanisasi pasca panen kepada petani digelar di Jember, Jawa Timur, Selasa (26/7/2016), didampingi Babinsa dan PPL. Terkait dengan harga penyerapan Bulog yang dianggap masih relatif lebih rendah dari tengkulak, Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Muhammad Nas SIP menegaskan bahwa secara matematis dan sesaat memang benar. “Namun kalau kita berpikir kembali bahwa gabah yang dibeli lebih mahal oleh tengkulak bisa jadi disimpan dan dikeluarkan saat stok beras di pasaran sedang menipis dan akan dilepas dengan harga yang tinggi, sehingga masyarakat yang menanggung resikonya juga,” tegasnya. “Untuk itu pada kesempatan tersebut apa yang menjadi target produksi kita yang optimis dapat kita capai ini hendaknya hasil panennya benar-benar disalurkan ke Bulog sehingga sirkulasi gabah dan beras dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan tidak terjadi lonjakan harga di pasaran,” paparnya pula.
Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut berperan pada program ketahanan pangan ini, sehingga produksi pertanian dapat meningkat untuk mendukung swa sembada pangan secara nasional. Acara panen raya ini digelar Selasa 26/7), di lahan milik Kelompok Tani Makmur Dusun Dukuh Kecamatan Wuluhan, Jember. Acara diawali dengan penyerahan bantuan peralatan mesin pertanian kepada beberapa kelompok tani, peralatan yang diserahkan diantaranya comben multi guna (besar), comben sedang, mini komben dan hand tarcktor oleh Wakil Bupati Jember Muqid Arif didampingi Komandan Kodim Muhammad Nas dan dilanjutkan pemanenan padi di lokasi yang sama. Hadir diantaranya Tim Serapan Gabah (Sergab) dari Mabes TNI AD Kol Arh Zakaria dan Kolonel Arh EJ Lumintang, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jember, Kepala Sub Divre Bulog Jember, Muspika dan Gabungan Kelompok Tani Se Kecamatan Wuluhan.
Ketua Kelompok Tani Makmur, Sucipto melaporkan, kelompok taninya menggunakan bibit varitas sertani yang kami produk sendiri dan hasilnya produksinya rata-rata per hektar mampu diatas 10 ton. Menurutnya, Hal ini tidak lepas dari intensitas pendampingan oleh PPL maupun Babinsa serta bantuan peralatan yang telah diberikan sebelumnya. “Saat ini kami menerima bantuan lagi berupa mesin pemanen (comben) sehingga mampu mengefektitaskan pengeluaran dan rentan waktu panen, artinya kalau manual bias 2- 3 hari dengan mesin comben ini cukup setengah hari,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Jember Muqid Arif memaparkan, Pemerintah Kabupaten Jember dengan TNI dalam hal ini Kodim 0824 Jember telah menjalin kerjasama dalam rangka program ketahanan pangan nasional khususnya swa sembada pangan padi, jagung dan kedele. Terkait dengan hal tersebut Kabupaten Jember yang merupakan salah satu lumbung padi di Jawa Timur mendapatkan perhatian tersendiri, untuk target produksi yang dicanangkan diantaranya padi 164.617 ton gabah kering sawah, jagung 485.000 ton pipil kering, kedele 25.565 ton.
Pada kesempatan ini tentunya saya berharap target yang dicanangkan tersebut dapat tercepai, dan hal ini tentunya perlu keseriusan semua pihak utamanya petani. Usai acara tersebut dilanjutkan peyerapan gabah oleh Bulog Divre Jember didampingi Tim Sergab dari Mabes TNI dan Komandan Kodim 0824 Jember selaku Dansatgas Sergab Kabupaten Jember. Dari hasil negosiasi yang dilakukan antara Ka Bulog Divre Jember M Khosin dan Ketua Kelompok Tani Sucipto disepakati gabah dijual kepada Bulog dengan harga Rp. 3.800/kg gabah kering sawah. (Red)
Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut berperan pada program ketahanan pangan ini, sehingga produksi pertanian dapat meningkat untuk mendukung swa sembada pangan secara nasional. Acara panen raya ini digelar Selasa 26/7), di lahan milik Kelompok Tani Makmur Dusun Dukuh Kecamatan Wuluhan, Jember. Acara diawali dengan penyerahan bantuan peralatan mesin pertanian kepada beberapa kelompok tani, peralatan yang diserahkan diantaranya comben multi guna (besar), comben sedang, mini komben dan hand tarcktor oleh Wakil Bupati Jember Muqid Arif didampingi Komandan Kodim Muhammad Nas dan dilanjutkan pemanenan padi di lokasi yang sama. Hadir diantaranya Tim Serapan Gabah (Sergab) dari Mabes TNI AD Kol Arh Zakaria dan Kolonel Arh EJ Lumintang, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jember, Kepala Sub Divre Bulog Jember, Muspika dan Gabungan Kelompok Tani Se Kecamatan Wuluhan.
Ketua Kelompok Tani Makmur, Sucipto melaporkan, kelompok taninya menggunakan bibit varitas sertani yang kami produk sendiri dan hasilnya produksinya rata-rata per hektar mampu diatas 10 ton. Menurutnya, Hal ini tidak lepas dari intensitas pendampingan oleh PPL maupun Babinsa serta bantuan peralatan yang telah diberikan sebelumnya. “Saat ini kami menerima bantuan lagi berupa mesin pemanen (comben) sehingga mampu mengefektitaskan pengeluaran dan rentan waktu panen, artinya kalau manual bias 2- 3 hari dengan mesin comben ini cukup setengah hari,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Jember Muqid Arif memaparkan, Pemerintah Kabupaten Jember dengan TNI dalam hal ini Kodim 0824 Jember telah menjalin kerjasama dalam rangka program ketahanan pangan nasional khususnya swa sembada pangan padi, jagung dan kedele. Terkait dengan hal tersebut Kabupaten Jember yang merupakan salah satu lumbung padi di Jawa Timur mendapatkan perhatian tersendiri, untuk target produksi yang dicanangkan diantaranya padi 164.617 ton gabah kering sawah, jagung 485.000 ton pipil kering, kedele 25.565 ton.
Pada kesempatan ini tentunya saya berharap target yang dicanangkan tersebut dapat tercepai, dan hal ini tentunya perlu keseriusan semua pihak utamanya petani. Usai acara tersebut dilanjutkan peyerapan gabah oleh Bulog Divre Jember didampingi Tim Sergab dari Mabes TNI dan Komandan Kodim 0824 Jember selaku Dansatgas Sergab Kabupaten Jember. Dari hasil negosiasi yang dilakukan antara Ka Bulog Divre Jember M Khosin dan Ketua Kelompok Tani Sucipto disepakati gabah dijual kepada Bulog dengan harga Rp. 3.800/kg gabah kering sawah. (Red) 




























