Koperasi Harus Jadi Primadona

Padang, Obsessionnews.com - Pertumbuhan koperasi di Sumatera Barat (Sumbar) saat ini mencapai 3.600 unit. Meski demikian, koperasi belum menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar Nasrul Abit mengatakan, koperasi belum mampu sepenuhnya menjadi basis ekonomi kerakyatan ataupun menjadi penyangga ketahanan ekonomi masyarakat. Untuk mewujudkan hal demikian, koperasi di daerah harus saling bekerjasama sesuai konsep dasar koperasi yang dilahirkan Bung Hatta, yakni dilaksanakan secara kekeluargaan. Koperasi di daerah yang kecenderungannya masih berjalan dengan fokus sektor berbeda-beda, harus bersatu melengkapi memperkuat untuk saling menguntungkan. “Pasar bebas ASEAN sudah berlangsung, kita harus menyiapkan diri dalam persaingan ekonomi. Kita punya koperasi sebagai soko guru, bisa kita jadikan sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Kita berharap dari 860 Nagari di Sumbar, semuanya mendirikan koperasi daripada membentuk perusahaan, karena koperasi dari dan oleh anggota, serta keuntungannya untuk anggota,” kata Nasrul Abit ketika memberikan sambutan dalam Konferensi Koperasi Internasional di Padang, Senin (25/7). Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang kelembagaan Kementerian Koperasi dan UMKM, Choirul Djamhari menyampaikan, memasuki persaingan bebas ASEAN, Indonesia harus tancap gas untuk berkompetisi dengan mengembangkan ekonomi kerakyatan melalui sinergi koperasi. Menurut Choirul mengatakan, koperasi yang ada di Indonesia belum melaksanakan prinsip yang sesungguhnya. Hal itu menjadi tantangan awal, supaya koperasi yang ada segera menyamakan pola pikir dan cara pandang, khususnya untuk membentuk otonomi dan kemandirian koperasi dari segi permodalan. "Koperasi harus meningkatkan partisipasi permodalan dari anggota secara mandiri, sehingga tidak berpaku terhadap bantuan dari pemerintah. Koperasi harus bergerak kolektif dan berjaringan, fokus menggarap satu produk atau sektor bisnis yang menguntungkan, sehingga keuntungan itu bisa dibagi pada anggotanya,” katanya. Konferensi Koperasi Indonesia yang digelar di Padang diikuti Indonesia sebagai tuan rumah dan enam negara lain yakni Australia, Thailand, Palestina, Malaysia, India dan Arab Saudi. Prof. Dr. Sri Edi Swasono, Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia yang juga menantu Bapak Koperasi Indonesia Bung Hatta, diundang menjadi salah satu pembicara. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)





























