Kang Yoto Berbagi Kisah Soal Open Goverment Partnership di Manila

Kang Yoto Berbagi Kisah Soal Open Goverment Partnership di Manila
Manila, Obsessionnews.com – Bupati Bojonegoro Suyoto atau Kang Yoto mendapat kehormatan sebagai pembicara dalam forum Open Government Partnership Asia – Pacific Regional Dialogue 2016. Forum ini diselenggarakan oleh Asian Development Bank (ADB), OGP, United Nation Development Programe (UNDP), dan IBM Philippines pada tanggal 21 dan 22 Juli 2016 di Manila, Filipina. Kang Yoto mengatakan bahwa dalam dua tahun ke depan Kabupaten Bojonegoro akan memasuki era baru, yaitu pengelolaan pemerintahan terbuka dan pengelolaan big data dalam upaya melaksanakan pembangunan berkelanjutan. “Paling tidak ada lima sasaran penting yang akan ditetapkan open goverment partnership,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Obsessionnews.com, Senin (25/7/2016). Kelima sasaran penting tersebut, menurut Kang Yoto, adalah pertama, peningkatan pelayanan publik di bidang pendidikan, kesehatan, perizinan, dan infrastruktur. Kedua, perencanaan dan pengawasan yang lebih baik terkait desa membangun yang didukung gerakan desa sehat cerdas (GDSC). Ketiga, pengelolaan anggaran yang diketahui publik hingga rincian penggunaan sebagai alat perencanaan anggaran yang baik. Keempat, mekanisme partisipasi publik yang regulasinya akan ditingkatkan dari Perbup menjadi Perda. Dan kelima melakukan revolusi data, dimana satu data merupakan satu kebijakan yang up to date dan terintegrasi untuk menunjang pembangunan dan kepentingan rakyat. “Sementara level paling puncak dari open goverment partnership itu adalah kita akan berada pada level, apa yang disebut dengan mega data atau big data. Dan Bojonegoro menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang menerapkan big data,” katanya. Pada prosesnya, imbuh Kang Yoto, semua data dicek satu persatu dan akan menjadi data online yang selalu siap. Setiap saat data bisa di-update dan diakses. “Inilah kekuatan Bojonegoro yang telah berkolaborasi di semua tingkatan, baik pemerintahan, rakyat, para akademisi, hingga pengusaha. Bagi Bojonegoro, open goverment partnership ini telah dilewati dalam 3 fase, yaitu peningkatan, keberlanjutan dan optimalisasi,” jelasnya. Sebagai Bupati di Kabupaten Bojonegoro, Kang Yoto ditunjuk mewakili Indonesia bersama dengan 100 peserta dari negara lainnya. Penunjukkan ini disebabkan prestasi Bojonegoro yang menjadi pilot project OGP tingkat internasional. Saat ini Bojonegoro masuk dalam 15 besar bersama dengan kota dari berbagai negara yang telah ditetapkan sebagai daerah yang menjalankan pemerintahan terbuka. (Fath)