Harlah PKB Ditandai dengan Potong Nasi Lamang

Padang, Obsessionnews.com - Nasi lamang adalah salah satu makanan favorit di Ranah Minang. Nasi Lamang enak disuguhkan bersama dengan goreng. Bahkan lebih nikmat lagi, apabila dimakan bersama durian. Hari lahir (Harlah) ke 18 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Barat (Sumbar) Minggu (23/7), ditandai dengan pemotongan nasi lamang. Uniknya nasi lamang yang dipotong Ketua PKB Sumbar Febby Datuak Barbangso dilengkapi dengan telor ayam yang sudah dimasak berikut ayam goreng. Potongan nasi lamang itu kemudian diberikannya kepada mantan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sumbar, Azwandi Rahman dan Dean Syuro PKB Sumbar, Akmul DS serta Ketua Ansor Sumbar TK. Rahmat S. Ketua Panitia Pelaksana Harlah Azwar Abbas yang juga Sekretaris DPW PKB Sumbar mengatakan, harlah yang ditandai dengan pemotongan nasi lamang dikenal di Sumbar atau potong tumpeng di Jawa. "Model beda akan tetapi wujudnya sama," katanya.
Tasyakuran Hari Lahir ke-18 PKB di Sumbar yang dilaksanakan selama dua hari sejak Sabtu sampai Minggu 23-24 Juli 2016 berlangsung khidmat dan meriah di Rumah Kebangsaan yang sekaligus juga kantor DPW PKB Sumbar jalan Beringin Padang. Tasyakuran itu dihadiri kader PKB se Sumatera Barat dan sejumlah tokoh dan pemuka, ninik mamak, alim ulama, pengurus pondok pesantren, dan para kreator muda yang tergabung dalam berbagai elemen dan komunitas kreatif di daerah ini. Ketua DPW PKB Sumbar H Febby Dt Bangso Nan Putiah mengatakan, peringatan Harlah sengaja diadakan di kantor DPW, bukan di hotel berbintang. “Dalam keadaan prihatin ekonomi, kurang tepatnya kiranya bila acara hari lahir partai dilaksanakan di tempat-tempat mana yang merupakan simbol kesenangan. PKB, partai yang konsisten membela rakyat, harus selalu dekat dengan rakyat. Dengan rakyat, kita sesusah dan sesenang. Kita ingin, peringatan Harlah ini juga dinikmati oleh masyarakat luas Minangkabau,” ujarnya.
Febby yakin ke depan partai yang dipimpinnya akan menjelma menjadi partai besar di Sumbar untuk kebesaran nagari. “PKB berakar dari pikiran Minangkabau. Adalah kewajiban moral kita untuk juga membesarkan PKB. Kalau kita merasa cinta kepada Minangkabau, nyatakan rasa cinta itu dengan segala ikhtiar dan ketulusan serta keyakinan dalam rasa optimis, bahwa bersama PKB, kita bangkit batang tarandam itu. Kita tikam jejak kejayaan masa lalu untuk kejayaan dan kemajuan masa mendatang,” kata Febby yang sangat peduli pada kelestarian seni tradisi. Ketua Panitia Pelaksana Harlah Azwar Abbas mengatakan, selama Harlah berlangsung dilaksanakan sejumlah rangkaian kegiatan, antara lain memberikan santunan kepada anak yatim, tadarus juz ke -18, Barzanji, sholawatan, kesenian tradisonal, gambus, dialog bertema seni,sastra, tradisi dan keminangkabauan. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)
Tasyakuran Hari Lahir ke-18 PKB di Sumbar yang dilaksanakan selama dua hari sejak Sabtu sampai Minggu 23-24 Juli 2016 berlangsung khidmat dan meriah di Rumah Kebangsaan yang sekaligus juga kantor DPW PKB Sumbar jalan Beringin Padang. Tasyakuran itu dihadiri kader PKB se Sumatera Barat dan sejumlah tokoh dan pemuka, ninik mamak, alim ulama, pengurus pondok pesantren, dan para kreator muda yang tergabung dalam berbagai elemen dan komunitas kreatif di daerah ini. Ketua DPW PKB Sumbar H Febby Dt Bangso Nan Putiah mengatakan, peringatan Harlah sengaja diadakan di kantor DPW, bukan di hotel berbintang. “Dalam keadaan prihatin ekonomi, kurang tepatnya kiranya bila acara hari lahir partai dilaksanakan di tempat-tempat mana yang merupakan simbol kesenangan. PKB, partai yang konsisten membela rakyat, harus selalu dekat dengan rakyat. Dengan rakyat, kita sesusah dan sesenang. Kita ingin, peringatan Harlah ini juga dinikmati oleh masyarakat luas Minangkabau,” ujarnya.
Febby yakin ke depan partai yang dipimpinnya akan menjelma menjadi partai besar di Sumbar untuk kebesaran nagari. “PKB berakar dari pikiran Minangkabau. Adalah kewajiban moral kita untuk juga membesarkan PKB. Kalau kita merasa cinta kepada Minangkabau, nyatakan rasa cinta itu dengan segala ikhtiar dan ketulusan serta keyakinan dalam rasa optimis, bahwa bersama PKB, kita bangkit batang tarandam itu. Kita tikam jejak kejayaan masa lalu untuk kejayaan dan kemajuan masa mendatang,” kata Febby yang sangat peduli pada kelestarian seni tradisi. Ketua Panitia Pelaksana Harlah Azwar Abbas mengatakan, selama Harlah berlangsung dilaksanakan sejumlah rangkaian kegiatan, antara lain memberikan santunan kepada anak yatim, tadarus juz ke -18, Barzanji, sholawatan, kesenian tradisonal, gambus, dialog bertema seni,sastra, tradisi dan keminangkabauan. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73) 




























