Pewarta Berita Se-Jateng Gelar Aksi Damai 'Hari Anak'

Semarang, Obsessionnews.com – Menyambut datangnya Hari Anak Nasional pada Sabtu (23/7/2016) besok. Sekumpulan wartawan wanita menggelar aksi kampanye damai di depan patung Diponegoro, Jumat (22/7/2016) pagi. Para pewarta berita perempuan itu meneriakkan yel-yel soal kurangnya hak-hak anak. Mereka datang sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Dengan tema ‘Akhiri Kekerasan pada Anak’, massa yang tergabung dalam Jaringan Jurnalis Perempuan (JJP) Jawa Tengah meminta agar kasus kekerasan terhadap anak menjadi perhatian pemerintah. “Tujuan aksi ini sengaja kami lakukan sehari sebelum peringatan Hari Anak Nasional untuk mengingatkan kepada masyarakat Indonesia secara luas dan anak-anak secara khusus bahwa besok adalah hari kita, Hari Anak Nasional,” kata Ketua JJP Jateng, Rita Hidayati. [caption id="attachment_139718" align="aligncenter" width="640"]
Wartawan wanita membuat aksi teatrikal tentang kekerasan terhadap anak[/caption] Rita mengatakan, saat ini di wilayah terdekat yakni Kota Semarang, kasus kekerasan anak masih memprihatinkan. Dalam setahun kebelakang, JJP menyorot adanya kasus ketidak-adilan yang menimpa korban kekerasan seksual, dimana pelaku kekerasan tidak diadili secara semestinya. “Ada kasus kekerasan anak di Banyumanik yang sangat lambat ditangani kepolisian. Kasus tersebut menimpa RZ yang diperkosa tetangganya sendiri dan sudah setahun tidak kunjung mendapat kejelasan,” tuturnya. Kasus RZ, lanjutnya, telah diupayakan oleh JJP untuk disidangkan namun masih terhambat beberapa kendala. Salah satunya, penyidik Polrestabes Semarang saat dikonfirmasi menyatakan kasus belum bisa diajukan ke Pengadilan karena tidak ada saksi. “Kami menyayangkan hal itu,” tegas wanita berhijab ini. Oleh karenanya, JJP selaku salah satu stakeholder yang fokus terhadap anak mengajak masyarakat untuk menyadari hak dasar anak seperti hak tumbuh kembang, hak hidup lebih layak, hak perlindungan dan hak partisipasi . Kampanye diisi berbagai macam acara, mulai dari orasi, pembacaan puisi dan sebuah drama mengenai tragisnya kehidupan anak-anak di Indonesia. Acara berlangsung tertib dan berakhir sekitar pukul sebelas siang. (ihy)
Wartawan wanita membuat aksi teatrikal tentang kekerasan terhadap anak[/caption] Rita mengatakan, saat ini di wilayah terdekat yakni Kota Semarang, kasus kekerasan anak masih memprihatinkan. Dalam setahun kebelakang, JJP menyorot adanya kasus ketidak-adilan yang menimpa korban kekerasan seksual, dimana pelaku kekerasan tidak diadili secara semestinya. “Ada kasus kekerasan anak di Banyumanik yang sangat lambat ditangani kepolisian. Kasus tersebut menimpa RZ yang diperkosa tetangganya sendiri dan sudah setahun tidak kunjung mendapat kejelasan,” tuturnya. Kasus RZ, lanjutnya, telah diupayakan oleh JJP untuk disidangkan namun masih terhambat beberapa kendala. Salah satunya, penyidik Polrestabes Semarang saat dikonfirmasi menyatakan kasus belum bisa diajukan ke Pengadilan karena tidak ada saksi. “Kami menyayangkan hal itu,” tegas wanita berhijab ini. Oleh karenanya, JJP selaku salah satu stakeholder yang fokus terhadap anak mengajak masyarakat untuk menyadari hak dasar anak seperti hak tumbuh kembang, hak hidup lebih layak, hak perlindungan dan hak partisipasi . Kampanye diisi berbagai macam acara, mulai dari orasi, pembacaan puisi dan sebuah drama mengenai tragisnya kehidupan anak-anak di Indonesia. Acara berlangsung tertib dan berakhir sekitar pukul sebelas siang. (ihy) 




























