10 Desa/Nagari Masuk Nominasi Transparansi

10 Desa/Nagari Masuk Nominasi Transparansi
Sawahlunto, Obsessionnews.com - Komisi Informasi (KI) Sumatera Barat (Sumbar) mulai Kamis (21/7) melakukan penilaian tahap III berbentuk visitasi ke 10 Nagari yang masuk nominasi nagari transparan. "Hasil penilaian tahap satu dan dua terkait kategori badan publik nagari telah tuntas dilakukan tim penilai, selanjutnya dilakukan penilaian tahap III kategori Nagari Transparan dalam rangka pemeringkatan badan publik tingkat Sumbar tahun 2016," ujar Ketua Komisi Informasi Sumbar Syamsu Rizal sebagaimana rilis yang diterima obsessionnews.com, Kamis (21/7) di Sawahlunto. Ketua yang sekaligus menjadi bagian tim visitasi mengatakan, tim visitasi terbagi dua dalam waktu tiga minggu ini melakukan penilaian badan publik nagari. Tim visitasi sendiri kata Syamsu Rizal terbagi dalam dua kelompok tim, pada kelompok tim pertama selain dirinya juga dua komisioner KI Sumbar, Sondri dan Adrian juga dua staf Welly Yukiardi dan Yuhandra. "Tim kelompok dua terdiri dari Arfitriati, Yurnaldi, Ade Faulina dan Richo, hari ini tim kelopok dua belum melakukab visitasi," ujar Syamsu Rizal. Ketua Panitia Pemeringkatan Badan Publik 2016, Sondri menjelaskan adanya 10 nagari masuk nominasi dari 30 nagari yang mengembalikan qusioner dan dilakukan browasing webaite. "Dan 10 nagari masuk nominasi itu berhak dilakukan visitasi," ujar Sondri. [caption id="attachment_139638" align="aligncenter" width="588"]melakukan dialog dengan kepala desa Lunto Timur Adepron sebelum penilaian visitasi di kantor desa setempat, Rabu 21/7. melakukan dialog dengan kepala desa Lunto Timur Adepron sebelum penilaian visitasi di kantor desa setempat, Rabu 21/7.[/caption] Selain itu KI Sumbar ingin melihat secara langsung pemahaman nagari terhadap keterbukaan informasi Semagaimana diatur UU 14 tahun 2008 dan Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 tahun 2010. "Intinya masuk nagari dalam kategori, dalam rangka mengawal ketransparanan informasi terkait penggunaan dana desa atau nagari," ujar Sondri. Sondri juga menjelaskan penilaian pemeringkatan badan publik sampai tiga tahap. "Masing-masing tahap ada penilaian dan nanti digabung nilai tertinggi itulah yang terbaik," ujar Sondri. Kepala Desa Muaro Kalaban Kota Sawahlunto Masril mengaku bangga didatangi tim visitasi dari KI Sumbar. "Desa adalah garda terdepan pelayanan masyarakat, kami memberikan informasi ke masyarakat masih banyak dengan cata konvensional, tapi kami terbuka terhadap persoalan publik, perencanaan pembangunan yang lebih banyak mendengar kehendak masyarajat," ujar Masril. Dinilai visitasi oleh KI Sumbar membuat Desa Muaro Kalaban terkejut. "Karena kami terkejut masuk nominasi badan publik terbaik, Allhamdulillah," ujar Masril. KI -03 Terkait transparansi informasi publik, Desa Muaro Kalaban komit terutama penggunaan dana desa. "Berapa dana desa yang diterima dan digunakan untuk apa semuanya disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.Dan keterbukaan informasi terkait dana desa kewajiban bagi saya untuk membukanya dan menempelkan informasi di papan informasi yang berada di setiap dusun. Untuk dana desa tak perlu masyarakat ke kantor desa, cukup lihat di papan informasi setiap dusun soal pembangunaan desa tersebut," ujarnya. Sementara Kepala Desa Lunto Timur, Adepron mengaku masuknya Lunto Timur jadi nominasi nagari transparansi dalam rangka penilaiaan peneringkatan badan publik tingkat Sumbar 2016. "Tolong lihat dan nilai beritahu kami dimana kekurangan Lunto Timur, tunjuki kami, ikut penilaian bagi kami apapun hasilnya adalah evaluasi kami dalam mengelola infornasi publik," ujar Adepronm. Di Kota Sawahlunto sendiri ada tiga desa masuk nominasi selain Muaro Kalaban, juga Lunto Timur dan Talawi. "Sampai besok kita beruasaha untuk memvisitasi dua desa lagi di Sawahlunto, targe Insya Allah dua desa lagi seleaai besok," ujar Sondri. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)