Calon Bupati SHT Soroti Ketimpangan Pembangunan Infrastruktur di SBB

Calon Bupati SHT Soroti Ketimpangan Pembangunan Infrastruktur di SBB
Ambon, Obsessionnews.com - Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) memiliki cakupan wilayah yang terbentang luas. Dengan luas wilayah laut yang mencapai kurang lebih 94 persen otomatis memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang menjanjikan bagi kemaslahatan masyarakat di Negeri yang berjulukan Saka Mese Nusa. Tokoh muda Maluku, Sanadjihitu Tuhuteru mengatakan potensi SDA di SBB harus di dukung dengan basis infrastruktur pembangunan yang memadai. Anggaran daerah untuk mendukung program itu dianggap mencukupi, sehingga tidak harus mengandalkan dari pemerintah pusat semata. "Kita mampu membiayai belanja pembangunan secara mandiri. Yang terpenting adalah kita benar-benar fokus menggarap seluruh potensi daerah yang sudah tersedia untuk kemakmuran bersama," ujar Sanadjihitu melalui siaran pers, Rabu (20/7/2016). "Kita sudah punya modal sumber daya tinggal kita atur dan kelola secara seksama, jika kita yakin bisa maka laju pembangunan di SBB akan terasa. Itulah yang nanti kita perkuat sampai ke level bawah (masyarakat) agar sama-sama merasakan dampak kesejahteraan," harapnya lagi. Sejauh ini, menurut dia masyarakat SBB banyak mengeluhkan soal pembangunan. Terutama soal rentang kendali pembangunan antar wilayah pedesaan dengan dusun yang begitu jauh. Jalanan rusak, pelayanan publik yang sulit maupun akomodasi pelayanan pembangunan yang belum terkoneksi secara baik dengan masyarakat terutama yang mendiami pinggiran serta pegunungan. Ini kemudian, lanjut dia harus menjadi visi besar bersama dalam membangun SBB lima tahun akan datang, di mana basis pembangunan, infrastruktur, pelayanan publik, transportasi laut-darat, pemberdayaan masyarakat maupun memperkuat pemerintahan yang bersih merupakan khitah perjuangan untuk membangun Kabupaten SBB yang lebih baik. "Kita tidak mau masyarakat disulitkan dalam pelayanan publik apalagi soal ekonomi dan transportasi. Kita akan penuhi semua kebutuhan masyarakat. Untuk mencapai puncak kebangkitan di Negeri ini," tutur salah satu bakal calon Bupati SBB periode 2017-2022 itu. Pria yang akrab disapa SHT itu melanjutkan bahwa kegagalan pemerintah daerah dalam 10 tahun terakhir atau pasca terbentuknya SBB sebagai kabupaten baru menjadi bahan evaluasi untuk menyusun master plan dalam membangun SBB secara ketat selama lima tahun ke depan. "Tugas kita tidak hanya sebatas melayani masyarakat ataupun mengayomi publik. Namun juga lebih untuk mengangkat martabat pembangunan SBB secara konprehensif, menaikan taraf hidup masyarakat miskin, membangun dan memperbaiki instratruktur perhubungan laut dan darat bagi masyarakat, memutus mata rantai konflik dan dikotomi publik, membangun pemerintahan yang kuat serta bersih tanpa korupsi, membuka lapangan kerja serta meminimalisir garis kemiskinan," katanya. Bagi SHT, visi pembangunan tersebut tidak mudah untuk dilakukan. Perlu dukungan dari semua pemangku kepentingan di SBB, serta peran serta masyarakat dalam mengisi pembangunan itu sendiri. Bentuk dukungan nyata bisa diwujudkan dengan memilih pemimpin daerah yang memiliki visa searah, berkualitas, berintegritas, kompeten pada pemilihan kepala daerah bulan Februari 2017 mendatang. "Tanpa masyarakat kita bukan apa-apa. Oleh karena itu, kita butuh doa dan dukungan dari seluruh komponen masyarakat di SBB. Agar sama-sama bergerak untuk mengawal dan merealisasikan agenda pembangunan SBB kurun waktu lima tahun mendatang, 2017-2022," imbuh pria yang berlatar belakang sebagai pengusaha itu. (Has)