BCA: Rasio Kredit Bermasalah Meningkat 1,4 Persen

Jakarta, Obsessionnews.com - PT Bank Central Asia, Tbk (BCA) melaporkan hasil kinerja keuangan semester I 2016, yakni telah menyalurkan kredit sebesar Rp 387 triliun pada akhir Juni 2016. Pencapaikan tersebut lebih tinggi 11,5 persen dari pada periode sebelumnya hanya Rp 347,1 triliun. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmandja menjelaskan kenaikan ini didorong oleh penyaluran kredit korporasi yang tumbuh 19,6 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp 135,4 triliun. “Kredit pemilikan rumah dan kredit kendaraan bermotor masing-masing naik 8,5 persen (yoy) menjadi Rp 61,7 triliun dan 11,4 persen (yoy) menjadi Rp 34 triliun. Outstanding kartu kredit mencapai Rp 9,5 triliun, meningkat 5,5 persen (yoy)," ujarnya di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (20/7/2016). Sementara itu, Non Performing Loan (NPL) BCA pada semester I 2016 juga dilaporkan meningkat menjadi 1,4 persen pada akhir bulan Juni 2016. Angka ini juga meningkat diari pada 1,2 persen dikuartal I 2016 dan 0,7 persen pada Juni tahun lalu. Jahja mengatakan, rasio NPL tersebut masih dalam tingkat risiko yang dapat ditoleransi. “Pada semester I 2016 BCA membentuk tambahan biaya cadangan sebesar Rp 2,0 triliun guna mempertahankan kecukupan cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan,” papar Jahja. Selain itu, per Juni 2016 rasio cadangan terhadap total kredit bermasalah tercatat sebesar 198,3 persen. (@aprilia_rahapit)





























