Tiap Warga Bangsa Perlu Miliki Sikap Garis Tengah

Tiap Warga Bangsa Perlu Miliki Sikap Garis Tengah
Jakarta, Obsessionnews.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, peran organisasi massa (ormas) Islam dalam mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara perlu sikap garis tengah (wasathiyah), tidak radikal kanan maupun kiri. “Ormas Islam dan seluruh warga bangsa harus menjadi mediatasi terhadap kemungkinan adanya kelompok radikal kanan maupun kiri, tetapi hendaknya berada di garis tengah, ” ujar Mensos pada pembukaan Muktamar III Wahdah Islamiyah dengan tema 'Mewujudkan Indonesia Damai dan Berperadaban dengan Islam yang Wasathiyah,” di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (19/7/2016). Tidak hanya bagi komunitas muslim, kata Mensos, tetapi semua warga bangsa dan Wahdah Islamiyah termasuk di dalam garis tengah. Warga mayoritas harus menjadi mainstream tidak hanya pada satu komunitas dan moderasi sebagai pintu masuk berbagai interkasi baik internal maupun eksternal organisasi. “Adanya berbagai interkasi, ketika ada dinamika sosial, budaya, politik dan ekonomi, akan terjadi keseimbangan yang dinamis (equilibrium dynamic) di manapun dan di lini manapun kita berada dengan membangun keserasian baru, ” ucapnya. Ketika terjadi pendulum radikal kanan maupun kiri mesti didorong ke tengah yang menjadikan dinamika, dan itulah yang disebut equilibrium dynamic. Setiap ketemu dinamika baru akan menjadi equilibrium dynamic baru pula. “Pada kondisi apapun baik radikal kiri maupun kanan mesti didorong ke garis tengah, sehingga menjadi equilibrium dynamic baru dari setiap dinamika baru terjadi, ” tandasnya. Spirit dalam mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara tidak lepas dari referensi norma-norma agama yang menjadi bagian dari proses basis kehidupan sosial maupun politik. “Dengan spirit itu akan terlihat dalam proses regulasi kehidupan yang memungkinkan terjadinya perspektif yang pro dan kontra. Dalam Pancasila, Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa sudah jelas menjadi equiliubrium dynamic ketika kontrakasi-kontraksi terjadi, ” terangnya. (Dudy Supriyadi)