Bupati Dedi: Jangan Beri Keistimewaan Kepada Anak Saya!

Bupati Dedi: Jangan Beri Keistimewaan Kepada Anak Saya!
Bandung,Obsessionnews.com – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengantar kedua anaknya, Ahmad Habibie Bungsu Maula Akbar (17) dan Yudhistira Manunggaling Rahmaning Hurip (12), ke sekolah di hari pertama masuk sekolah, Senin (18/7/2016). Bersama kedua anaknya, Dedi beriringan mengendarai sepeda dari rumah dinasnya di Jalan Gandanegara Nomor 25 Purwakarta, usai Subuh. Dedi dan kedua anaknya mengayuh sepeda bersama ratusan pelajar lainnya. Sejak setahun lalu, Pemkab Purwakarta memang memberlakukan jam masuk sekolah pukul 06.00 pagi. Tak heran, sebelum jam 06.00, jalanan Purwakarta sudah ramai oleh para siswa. Terlebih dahulu Dedi mengantarkan anak keduanya, Yudhistira, menuju SMPN Kahuripan Padjadjaran Purwakarta. Saat ini Yudhistira duduk di kelas VII di SMP yang memiliki basis nilai ke-Sunda-an itu. "Jangan memberikan keistimewaan kepada anak saya ini. Berikan hukuman saat dia melakukan kesalahan agar dia berpikir bahwa melanggar peraturan itu adalah sesuatu yang tercela," ucap Dedi kepada kepala sekolah dan wali kelas, seperti terungkap dalam keterangan tertulis, Senin (18/7/2016). Setelah itu, Dedi mengantarkan anak pertamanya ke SMAN Prabu Niskala Wastu Kencana atau SMAN 2 Purwakarta. Dedi juga mengatakan hal yang sama kepada kepala sekolah dan wali kelasnya. "Ibu, ini titip anak saya. Dia mulai menuju dewasa. Kalau melakukan hal yang tidak terpuji, suruh dia lari keliling sekolah, suruh dia hormat bendera di depan siswa lain dan push-up sebanyak mungkin," ujarnya. Menjawab permintaan Dedi, Kepala SMAN 2 Purwakarta, Reni Nuraeni, menganggukkan kepala tanda mengiyakan. Menurut Reni, anak sulung Bupati tergolong anak yang rajin di sekolah. Dedi mengimbau setiap orangtua untuk menitipkan anak-anak mereka secara penuh kepada guru di sekolah. Orangtua harus bisa menerima apa pun hukuman yang diterapkan oleh guru kepada anak-anak mereka. "Guru itu pengganti orangtua di sekolah. Kalau anak-anak kita melakukan kesalahan kemudian dihukum oleh guru, ya harus terima," tegasnya. (Fath @imam_fath)