Warga Jateng Belum Bisa Kelola Keuangan Versi OJK

Warga Jateng Belum Bisa Kelola Keuangan Versi OJK
Semarang, Obsessionnews - Tingkat kemampuan warga Jawa Tengah dalam mengelola keuangan ternyata masih dibawah standar literasi keuangan nasional. Otoritas Jasa Keuangan mencatat, literasi masyarakat Jateng berada di tingkat bawah yakni 19,25%. "Sementara level literasi Nasional adalah 21,84%," kata Kepala Kantor OJK Regional 3 Jateng-DIY, Panca Hadi Suryatno, Sabtu (16/7/2016). Termasuk juga inklusi dimana masyarakat Jateng masih dibawah level nasional yakni 41%. Inklusi di tingkat nasional seharusnya berada di kisaran 59,7%. Kedua hal tersebut, inklusi dan literasi yang rendah, mendapat sorotan dari OJK Jateng, dengan meluncurkan berbagai program. Sejumlah program yang sudah dikeluarkan guna meningkatkan tingkat literasi dan inklusi adalah “Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat” di Desa Larangan Brebes pada 11 April 2016 lalu. "Program itu untuk meningkatkan akses pembiayaan bagi petani dan UMKM serta memperluas akses keuangan bagi kelompok petani dan IMKM di pedesaan," ujar dia. Program lain seperti JARING di yaitu Program Jangkau, Sinergi dan Guideline, di Pelabuhan Morodemak pada tanggal 12 Mei 2016, menggandeng industri perbankan dan industri keuangan non bank, agar terus mendorong akselerasi pembiayaan kepada sektor kelautan dan perikanan. "Selain itu, untuk mendukung Program Pemerintah Daerah, kami telah melakukan pertemuan koordinasi dengan Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Provinsi Jawa Tengah dan industri jasa keuangan khususnya perusahaan pembiayaan," akunya. Soal peningkatan inklusi, di Jateng kini sudah disalurkan kredit UMKM sebanyak Rp 81,5 triliun per April 2016. Penyaluran pembiayaan/kredit UMKM nasional per April 2016 hanya sebesar 18,12% dari total penyaluran kredit nasional, atau hanya sebesar Rp745 triliun. "Melalui program ini, diharapkan dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan inklusi keuangan di Jawa Tengah," tandasnya. (ihy)