Bio Farma Mengaku Tak Produksi Vaksin Palsu

Bandung, Obsessionnews.com - Bio Farma meyakinkan masyarakat, vaksin yang diproduksinya asli begitu pun yang digunakan sejumlah Rumah Sakit Pemerintah yang vaksinnya dipasok dari Bio Farma. Menurut Corporate Communications Bio Farma Nurlela Arief, Sabtu (16/7/2016), pihaknya berkepentingan untuk memperlihatkan produksi vaksin Biofarma kepada sejumlah wartawan untuk kemudian disosialisasikan ke masyarakat. Bio Farma bersama Biro Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan serta Humas Badan POM menjalin kerjasama untuk dapat mensosialisasikan hal tersebut, sehingga dipahami masyarakat luas. Sehari sebelumnya sejumlah wartawan diajak untuk melihat proses produksi vaksin di Bio Farma diharapkan memiliki pemahaman yang sama atas masalah vaksin terkini serta peran penting Bio Farma sebagai industri vaksin nasional. Sejumlah wartawan pun diajak mengunjungi fasilitas produksi, pengemasan dan gudang distribusi vaksin. Selain itu Corporate Secretary Bio Farma Rahman Rustam menyampaikan masyarakat tidak perlu khawatir dengan ketersediaan vaksin pada pelayanan kesehatan di tingkat Rumah Sakit hingga Puskesmas didaerah. "Vaksin yang menjadi objek pemalsuan yang diusut pihak Kepolisian merupakan vaksin lanjutan, karena untuk imunisasi dasar seluruhnya terpenuhi oleh Pemerintah," tegasnya. Sementara itu Kepala Divisi Tumbuh Kembang Pediatrik Sosial, Fakultas Kedokteran UNPAD – RSHS Bandung Kusnandi Rusmil menegaskan Vaksin di Rumah Sakit Pemerintah, Pos Yandu, maupun Puskesmas dijamin keasliannya. "Hampir semua produk vaksin Bio Farma dilakukan uji klinik / clinical trial fase 1 s.d 3 oleh UNPAD-RSHS, seperti vaksin Pentabio (DTP, Hepatitis B, Haemophilus influanzae tipe b, Flubio (influenza), bOPV, sehingga kualitasnya terjaga dan otentik," ujarnya. Ia menambahkan, saat ini sedang dilakukan surveillance untuk penelitian Vaksin Pneumococcus bekerja sama Bio Farma dengan sejumlah Perguruan Tinggi dalam dan luar negeri. "Jangan ada keraguan sama sekali mengenai kualitas produk Bio Farma, sehingga masyarakat tidak resah dan tetap melakukan imunisasi dan vaksinasi anak-anaknya, " pungkasnya. (Dudy Supriyadi)





























