RI-Bulgaria Kerjasama dalam Berbagai Bidang

Stofia, Obsessionnews.com - Grup Kerjasama Bilateral DPR RI-Bulgaria dipimpin Ketuanya Ir Ridwan Hisjam bersama delapan orang Anggotanya melaksanakan tugas Diplomasi Parlemen ke Stofia, ibukota Republik Bulgaria pada 12 sampai 18 Juli 2016. Grup Kerjasama Bilateral Parlemen RI-Bulgaria ini melaksanakan fungsi diplomasi ke Bulgaria didalam rangka mendorong kedua negara dapat melaksanakan kerjasama di bidang Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Perekonomian dan Alutsita dan lain-lain.
Menlu Bulgaria Daniel Mitov menerima kunjungan tersebut sekaligus memfollow-up kerjasama RI-Bulgaria di bidang Kebudayaan dan Pariwisata dan juga memberi bebas visa masuk ke Bulgaria bagi pemegang Paspor diplomatik dan dinas WNI yang telah ditandatangani pada 30 Maret 2016 di Istana Negara. Ada beberapa MOU yang telah ditandatangani oleh kedua negara yaitu pembinaan Smaal Medium Enterprice Promotion, Pendidikan tinggi, sister city dank lain-lain yang akan didorong kembali oleh Grup Kerjasama Bilateral DPR RI-Bulgaria kepada Pemerintah RI untuk dijalankan yang menguntungkan kedua belah pihak. [caption id="attachment_138238" align="aligncenter" width="640"]
Menteri Luar Negeri Bulgaria, Sri Astari Rasjid (Dubes RI di Bulgaria) dan Ridwan Hisjam.[/caption] Menurut Ridwan Hisjam, Bulgaria sangat tepat apabila dipakai sebagai pintu masuk barang-barang produksi Indonesia ke Uni Eropa, karena pajak dan bunga bank relatif lebih murah dibanding dengan negara Eropa lainnya. Yang menarik adalah ternyata Indonesia adalah salah satu negara yang mengimpor tembakau Bulgaria terbesar, sehingga pemerintah Bulgaria melalui Dubesnya yang ada di Jakarta, mengikuti RUU Tembakau yang sedang dibahas DPR RI. “Mereka mengharapkan keberadaan UU Tembakau nantinya tidak merugikan kedua belah pihak,” jelasnya.
Seperti diketahui, Perdana Menteri (PM) Bulgaria yang beragama Kristen mengadakan "buka puasa bersama" dengan masyarakat Muslim Bulgaria pada bulan Ramadhan 1437 H yang baru lalu. Didalam rangka menjaga stabilitas kerukunan antar ummat di negara ini yang menjunjung demokrasi dalam pengelolaan negaranya. (Red)
Menlu Bulgaria Daniel Mitov menerima kunjungan tersebut sekaligus memfollow-up kerjasama RI-Bulgaria di bidang Kebudayaan dan Pariwisata dan juga memberi bebas visa masuk ke Bulgaria bagi pemegang Paspor diplomatik dan dinas WNI yang telah ditandatangani pada 30 Maret 2016 di Istana Negara. Ada beberapa MOU yang telah ditandatangani oleh kedua negara yaitu pembinaan Smaal Medium Enterprice Promotion, Pendidikan tinggi, sister city dank lain-lain yang akan didorong kembali oleh Grup Kerjasama Bilateral DPR RI-Bulgaria kepada Pemerintah RI untuk dijalankan yang menguntungkan kedua belah pihak. [caption id="attachment_138238" align="aligncenter" width="640"]
Menteri Luar Negeri Bulgaria, Sri Astari Rasjid (Dubes RI di Bulgaria) dan Ridwan Hisjam.[/caption] Menurut Ridwan Hisjam, Bulgaria sangat tepat apabila dipakai sebagai pintu masuk barang-barang produksi Indonesia ke Uni Eropa, karena pajak dan bunga bank relatif lebih murah dibanding dengan negara Eropa lainnya. Yang menarik adalah ternyata Indonesia adalah salah satu negara yang mengimpor tembakau Bulgaria terbesar, sehingga pemerintah Bulgaria melalui Dubesnya yang ada di Jakarta, mengikuti RUU Tembakau yang sedang dibahas DPR RI. “Mereka mengharapkan keberadaan UU Tembakau nantinya tidak merugikan kedua belah pihak,” jelasnya.
Seperti diketahui, Perdana Menteri (PM) Bulgaria yang beragama Kristen mengadakan "buka puasa bersama" dengan masyarakat Muslim Bulgaria pada bulan Ramadhan 1437 H yang baru lalu. Didalam rangka menjaga stabilitas kerukunan antar ummat di negara ini yang menjunjung demokrasi dalam pengelolaan negaranya. (Red) 




























