Sjafrie Sosok Penting di Balik Reformasi TNI

Sjafrie Sosok Penting di Balik Reformasi TNI
Jakarta, Obsessionnews.com – Sjafrie Sjamsoeddin  salah satu sosok yang berperan signifikan dalam mengubah wajah TNI. Banyak kemajuan yang signifikan di Pusat Penerangan TNI (2002-2005) sejak dipimpin olehnya. Sjafrie berhasil menyosialisasikan reformasi TNI. Keberhasilan itu pula yang kemudian mengantarnya ke kantor Departemen Pertahanan (kini Kementerian Pertahanan). Presiden SBY memberi kepercayaan kepadanya menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dephan (2005-2010). Peran sebagai Sekjen Dephan pun dilakoni Sjafrie dengan baik. Dia berhasil menjadi jembatan yang baik antara sipil dan militer di jajaran Dephan. Bahkan mantan Pangdam Jaya (1997-1998) ini berhasil mengubah citra kementerian tersebut menjadi lebih profesional. Di kementerian itu Sjafrie melakukan pembenahan internal. Langkah pertama yang dilakukannya adalah dengan membentuk sebuah tim dan sistem di dalam kementerian terkait proses pengadaan alutsista. Dalam sistem itu keputusan pengadaan alutsista dibahas oleh Dealing Center Management. Pencapaian lainnya adalah keberhasilan Sjafrie dalam mengalihkan dan menghapus bisnis TNI. Dia ditunjuk Menhan Juwono Sudarsono sebagai Ketua Tim Pengarah Tim Nasional Pengalihan Bisnis TNI. Berdasarkan inventarisasi saat itu, terdata ada sebanyak 219 unit usaha berbentuk koperasi dan yayasan, baik di lingkungan Markas Besar TNI maupun masing-masing angkatan. Bahkan aset yang dimiliki TNI dari berbagai bisnis itu mencapai Rp 3,4 triliun. Sjafrie berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Dia berhasil menghapus bisnis TNI tanpa mengurangi tingkat kesejahteraan prajurit. Selama ini bisnis di tubuh militer memang menjadi penopang kesejahteraan prajurit. Berkat kecemerlangan kinerjanya sebagai Sekjen Dephan, Sjafrie kemudian dipercaya oleh Presiden SBY menduduki posisi Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) pada periode 2010-2014. Selain andal dalam hal manajemen, Sjafrie juga dikenal sebagai prajurit lapangan yang tangguh. Lulusan terbaik Akmil 1974 ini terlibat dalam operasi di Timor Timur dan Aceh, sebelum dipercaya menjadi Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan ajudan Presiden Soeharto. Pada tahun 1995 Syafrie pernah membuat pengawal Presiden Israel Yitzak Rabin  bertekuk lutut. Tepatnya 22 Oktober 1995 di Presidential suite, lt. 41 hotel Waldorf Towers, New York, saat Presiden Yitzak Rabin minta bertemu Presiden Soeharto, namun awalnya tak mau menuruti prosedur pengamanan standar Paspampres. Sempat adu mulut, pengawal Presiden Israel dengan arogannya menodongkan senjata Uzi ke perut Sjafrie dan tetap ngotot masuk dalam lift. Tetapi, Sjafrie lebih gesit. Ia lebih dulu menempelkan moncong pistol ke kening tentara Israel itu. “Sorry I understand it,” kata tentara Israel itu sambil menatap mata Sjafrie yang tangannya siap menarik pelatuk. Bahkan dua orang Paspampres lainnya juga sudah siap menumpahkan peluru. Akhirnya Yitzak Rabin rela menuruti prosedur pengamanan Paspampres, dan menunggu 15 menit, karena memang datang lebih awal dari jadwal diterima Presiden Soeharto. (arh, @arif_rhakim)Baca Juga:SS for DKI 1Sjafrie Sjamsoeddin Dinilai Tepat Pimpin JakartaOrmas Setia Indonesia: Sjafrie Rendah Hati dan Taat Beribadah“Pak Sjafrie itu Mitra, Bukan Musuh”Seperti Ini Hubungan Ahok dengan Sjafrie SjamsoeddinSjafri Samsoeddin Miliki Peluang Naikkan Elektabilitas