Kronologi Dua Anggota Pramuka yang Ditabrak Bus

Jakarta, Obsessionnews.com - Program Karya Bhakti Lebaran tahun ini diwarnai dengan tragedi kecelakaan yang menimpa dua anggota pramuka, mereka yakni Memet Slamet Saparudin dan Fajar Ahsani Taqwim. Keduanya adalah anggota pramuka dari Kwartir Cabang Cirbon Jawa Barat. Kronologi kejadian naas itu bermula pada Selasa (5/7/2016) dini hari sekitar pukul 03.12 WIB di depan SD Sunyaragi, Jl. By Pass Pantura Cirbon. Saat itu ada empat anggota pramuka berada di depan posko Pengamanan Arus Mudik (PAM). Satu orang berada di atas motor dan tiga orang berdiri. "Tiba-tiba dari arah Bandung menuju Jawa Tengah melalui jalur Pantura sebuah mobil minibus pariwisata dengan No Pol T 7688 DA menabrak 2 anggota pramuka yang sedang berjaga di posko PAM yang kebetulan Kak Memet dan Kak Fajar staf Kwarcab," ujar Rochmanah Sari, Anggota Puslitbang Kwarda Jabar, Senin (11/7/2016). Diduga kuat supir bus mengantuk, bahkan berdasarkan saksi di lapangan, supir bus melaju dengan jalur yang salah yakni jalur kanan, bukan jalur kiri. Supir juga diketahui sedang asik mendengar musik melalui sambungan headset. [caption id="attachment_137683" align="aligncenter" width="640"]
bantuan untuk Memet[/caption] Sari mengungkapkan, akibat kejadian itu korban mengalami luka parah, Memet mengalami kejang-kejang patah kaki kanan pada tulang kering, dan masih menjalani operasi. Sementara Fajar sempat pingsan, menggigil, luka sobek di kepala dan lecet di kaki. "Kak Memet terpental sekitar 10 meter dari lokasi tabrakan, dan Kak Fajar langsung tidak sadarkan diri pasca tabrakan," ungkapnya. Berdasarkan informasi terakhir, untuk Fajar sudah diperbolehkan pulang ke rumah, sedangkan Memet masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Ciremai Cirbon untuk menjalani operasi. Jarak rumah sakit dari lokasi kejadian kurang lebih 1,3 Km. Selama menjalani perawatan di rumah sakit, keduanya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk biaya operasi Memet saja setidaknya membutuhkan dana Rp 25 juta. Untuk meringankan beban Memet keluarga besar pramuka saling membantu, diantaranya iuran dari pengurus Kwartir Nasional yang terkumpul sudah lebih dari Rp 15 juta. (Albar)
bantuan untuk Memet[/caption] Sari mengungkapkan, akibat kejadian itu korban mengalami luka parah, Memet mengalami kejang-kejang patah kaki kanan pada tulang kering, dan masih menjalani operasi. Sementara Fajar sempat pingsan, menggigil, luka sobek di kepala dan lecet di kaki. "Kak Memet terpental sekitar 10 meter dari lokasi tabrakan, dan Kak Fajar langsung tidak sadarkan diri pasca tabrakan," ungkapnya. Berdasarkan informasi terakhir, untuk Fajar sudah diperbolehkan pulang ke rumah, sedangkan Memet masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Ciremai Cirbon untuk menjalani operasi. Jarak rumah sakit dari lokasi kejadian kurang lebih 1,3 Km. Selama menjalani perawatan di rumah sakit, keduanya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk biaya operasi Memet saja setidaknya membutuhkan dana Rp 25 juta. Untuk meringankan beban Memet keluarga besar pramuka saling membantu, diantaranya iuran dari pengurus Kwartir Nasional yang terkumpul sudah lebih dari Rp 15 juta. (Albar) 




























