Asmawi Syam: BRIsat Majukan Digital Banking Untuk Negeri (Bagian 1)

Asmawi Syam: BRIsat Majukan Digital Banking Untuk Negeri (Bagian 1)
Bank Rakyat Indonesia (BRI) telah menorehkan tinta emas dalam perjalanan sejarah pembangunan perbankan negeri ini dengan peluncuran BRIsat. Inilah inovasi teknologi terdahsyat yang dilakukan bank pribumi. Tidak sekadar menjadi negara satu-satunya yang memiliki satelit perbankan di dunia tapi juga menjadi langkah menuju kehidupan yang lebih baik,dengan memajukan digital banking di Indonesia. BRI kini menjadi Best of the Best Application Technology of Community Banking. [caption id="attachment_137551" align="alignleft" width="246"]BRI telah menorehkan tinta emas dalam perjalanan sejarah pembangunan perbankan negeri ini dengan peluncuran BRIsat. BRI telah menorehkan tinta emas dalam perjalanan sejarah pembangunan perbankan negeri ini dengan peluncuran BRIsat.[/caption] BRI akhirnya sukses meluncurkan satelit melalui roket Ariane 5 di Kourou, French Guyana, Amerika Selatan pada Sabtu 18 Juni 2016 atau Minggu pagi 19 Juni 2016 waktu Indonesia.  Dengan demikian, BRI adalah bank pertama di dunia yang memiliki satelit sendiri untuk digunakan dalam usaha keuangan selain juga menunjang kebutuhan berbagai aplikasi dan kemajuan teknologi IT yang akan terus mengorbit dalam menyediakan layanan lebih dari 15 tahun. Dengan keberadaan BRIsat yang menempati posisi orbit di 150,5 derajat Bujur Timur, maka satelit ini bisa menjangkau pelayanan komunikasi perbankan lebih dari 10.600 cabang, 236.939 saluran outlet elektronik, dan hampir 60 juta pelanggan di seluruh Indonesia. Tak heran kalau Presiden Space System Loral (SSL), John Celli yang merupakan salah satu mitra peluncuran BRIsat ini mengaku mendapat kehormatan bekerja dengan BRI untuk membangun satelit yang akan membantu meningkatkan kehidupan di Indonesia melalui tersediannya layanan perbankan yang diperluas. BRIsat, yang menelan investasi USD 250 juta ini menempati posisi orbit di langit Papua menggantikan satelit milik Indosat, yang sudah kedaluwarsa. BRI mengklaim BRIsat yang dioperatori oleh 53 tenaga ahli ini bisa meminimalkan gangguan jaringan pada 11 ribu kantor cabangnya. Tak hanya itu, dengan mengorbitnya BRIsat bisa menghemat beban sewa dari 23 transponder yang di sewa dari pihak lain sebesar Rp. 500 miliar per tahun. BRIsat memiliki 45 transponder, di mana setara 4 transponder @36 MHz di antaranya akan diserahkan ke pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi. Sekadar diketahui, pembelian satelit ini adalah tindak lanjut dari penandatanganan kontrak pengadaan satelit antara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan Space Systems/Loral, LLC dan Arianespace di Gedung BRI 1 yang disaksikan Presiden RI waktu itu Susilo Bambang Yudhoyono, Jakarta, pada Senin 28 April 2014. Dibelinya satelit oleh BRI ini mendapat apresiasi dari banyak kalangan. Tak terkecuali Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi). "Presiden mengapresiasi langkah yang ditempuh oleh BRI," kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Johan Budi. Bank milik pemerintah terbesar itu telah menjadikan penguasaan teknologi sebagai strategi untuk menangkap berbagai peluang. "Kita ketahui bersama bahwa di era kompetisi dan persaingan global ini penguasaan teknologi adalah sebuah keniscayaan. BRI telah melihat peluang dan siap menghadapi kompetisi dengan meluncurkan satelit ," kata Johan. Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memberikan selamat kepada BRI. Menurut JK, Satelit BRI atau BRIsat yang telah resmi diluncurkan diyakini akan mampu mendorong perekonomian, khususnya di daerah. Menurut Kalla, dengan mengorbitnya BRIsat, jaringan perbankan milik BRI akan semakin kuat dan merata di seluruh daerah.  “Sebagai negara kepulauan, sangat penting bagi Indonesia untuk memiliki teknologi tinggi seperti BRIsat. Hal ini juga akan berdampak pada perekonomian negara, setidak-tidaknya menyeimbangkan pembangunan di daerah,” ujar Kalla. Pada kesempatan itu Kalla mengucapkan selamat kepada BRI atas peluncuran satelit ini. Menurutnya, teknologi dan inovasi memang harus terus ditingkatkan demi memaksimalkan pelayanan. Sebab, inovasi dan teknologi akan membuat segalanya lebih baik, lebih cepat dan lebih murah. Soal tertundanya peluncuran, Kalla mengatakan hal itu merupakan sesuatu yang wajar. Pasalnya, peluncuran teknologi tinggi seperti satelit memang harus dilakukan dengan sangat hati-hati. “Segala masalah teknis, cuaca, tidak boleh ditoleransi. Hampir, semua peluncuran satelit seperti ini,” pungkasnya. Atmosfer kebahagiaan juga masih terpancar di wajah Direktur Utama Bank BRI, Asmawi Syam saat menerima Men’s Obsession secara khusus di ruang kerjanya sepulang dari peluncuran satelit di French Guiana. Menurutnya, keberadaan BRIsat akan memberikan banyak manfaat tidak hanya bagi BRI tapi juga bagi rakyat Indonesia. BRI memahami bahwa inovasi dalam teknologi merupakan tantangan utama perbankan nasional dalam menghadapi persaingan yang kian keras pada masa akan datang. Perbankan yang tidak berinovasi dalam teknologi, kemungkinan besar akan ditinggalkan generasi baru yang sudah sangat tergantung pada peran digital. Ya, era digital membawa perubahan besar dalam tingkah laku nasabah bank. Penggunaan teknologi di bidang perbankan sangat penting dalam mempercepat inklusi finansial. Dan bagi BRI sendiri, BRIsat adalah inovasi terdahsyat dalam teknologi perbankan. Membangun pelayanan yang paripurna untuk nasabah khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya. Betapa tidak, rakyat Indonesia yang berada jauh di pelosok dan selama ini belum tersentuh oleh pelayanan perbankan yang maksimal akan merasakan betapa perbankan selalu berada di sisi mereka. Karena di era digital saat ini, cara terampuh untuk melayani kebutuhan masyarakat adalah dengan memaksimalkan teknologi informasi (IT). Dengan satelit, BRI sendiri sudah siap hadir dengan konsep digital banking. “Aplikasi dan pelayanan sebenarnya sudah siap, tapi kalau jaringan internet misalnya tak memadai, mau bekerja bagaimana? Dan BRIsat ini adalah solusinya, sehingga BRI akan bisa hadir dimanapun rakyat berada,” tegasnya. Dalam wawancara disela-sela kesibukannya, Asmawi Syam banyak menjelaskan kelebihan-kelebihan BRIsat dan arah perbankan ke depan di era teknologi ini. Ia optimis ke depannya era digitalisasi, khususnya di sektor perbankan, dapat benar-benar menyentuh sampai ke pedesaan sekalipun. Di sisi lain, konsep digitalisasi perbankan ini akan memberikan keuntungan di banyak sektor kehidupan. Mulai dari efisiensi anggaran, hingga membangun budaya paperless yang berdampak positif bagi lingkungan hidup. Dan, dengan penuh semangat hal itu ia ungkapkan dalam wawancaranya yang didampingi Kepala Biro Humas & CSR BRI, Kania Sutisnawinata. (Sahrudi, Gyattri Fachbrilian, Suci Yulianita/Majalah Men’s Obsession Edisi Juli 2016/bersambung)