Menelisik Makam Tentara Nazi di Desa Sukaresmi Bogor

Bogor, Obsessionnews.com - Di Bogor terdapat makam tentara Nazi, tepatnya di daerah Arca, Desa Sukaresmi, Kecamatan Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Kini makam tersebut merupakan salah satu destinasi wisata mistis yang dimiliki kota hujan alias Bogor. Tidak banyak orang tahu adanya Makam Nazi ini, sebab terlihat dari lokasi yang tidak dekat dari keramaian dimana tempatnya tertutup pepohonan dan jauh di lereng gunung Pangrango. Saat memasuki lokasi makam, pertama yang dilihat adalah sebuah tugu bertuliskan 'Deutscher Soldatenfriedhof', Tugu Peringatan Untuk Menghormati Prajurit Jerman yang Telah Gugur'. Di depannya, berjejer rapi makan dengan nisan salib.
Bertemu dengan pengurus makam tersebut, Anwar berusia (50) menceritakan kepada Obsessionnews.com, Ia merupakan pengurus turunan dari ayahnya yang sudah meninggal tahun 2001 lalu. "Saya bergantian dengan istri untuk menjaga makam ini, dahulu Bapak saya yang saat ini sudah meninggal dunia," ujarnya kepada Obsessionnews.com, Minggu (10/7/2016). Meskipun tidak banyak orang tahu tentang makam Nazi ini, namun ternyata sering kali dikunjungi warga Jerman yang tinggal di Indonesia khususnya dari pihak kedutaan. Kedatangannya tersebut biasanya di Bulan November, terutama di hari kemerdekaan Jerman. [caption id="attachment_137470" align="aligncenter" width="360"]
pohon tua di makam tentara Nazi, konon pohon ini menjadi saksi bisu adanya asal mula makam tersebut.[/caption] Sebagai ilmu sejarah, selain yang datang dari pihak warga Jerman. Ada juga pengunjung dari pelajar sekolah untuk mengenal dan mempelajari sejarah asal usul adanya tentara Nazi ini. Menurut sejarah, pada tahun 1926 Emil dan Theodor Hellferich membeli tanah seluas 900 hektar dan membangun perkebunan teh, untuk mengebang teman-temannyabyabf gugur dalam perang dunia (PD) I mereka akhirnya membangun tugu. Selama membangun perkebunan teh, banyak orang Jerman lain yang bergabung dengan mereka. Ada dokter, insinyur, tukang kayu, seniman dan lain-lain. Helfferich bersaudara kembali ke Jerman pada tahun 1928 dan perkebunan teh diurus oleh Albert Vehring. Kemudian pada 1939, Perang Dunia II meletus. Adolf Hitler yang didukung Partai Nazi menyatakan perang. Jepang yang menjadi sekutu Jerman berhasil menaklukkan Belanda pada 1943. Tentara Jerman masuk lagi ke Jawa bersama Jepang. Tentara Adolf Hitler yang ikut masuk adalah Angkatan Laut Nazi Jerman (Kriegsmarine) dari armada kapal selam (U-Boot) U-195 dan U-196. Mereka mengambil alih lagi kebun teh di Sukaresmi.
Seperti dicatat sejarah, Jerman dan Jepang kalah dalam Perang Dunia II. Para tentara Jerman ini pun gugur satu persatu, dan 10 di antaranya dimakamkan di Megamendung. Mereka adalah: 1. Letnan Friederich Steinfeld, meninggal karena disentri dalam tawanan pasukan sekutu 2. Letnan Satu Laut Willi Schlummer, dan 3. Letnan Insinyur Wilhelm Jens, keduanya gugur di tangan pejuang kemerdekaan Indonesia pada 1945 karena disangka tentara Belanda 4. Letnan Laut W Martens, terbunuh dalam perjalanan kereta api Jakarta-Bogor 5. Kopral Satu Willi Petschow, meninggal karena sakit di perkebunan teh mereka 6. Letnan Kapten Herman Tangermann meninggal karena kecelakaan 7. Dr Heinz Haake 8. Eduard Onnen 9 & 10. Dua makam 'Unbekannt' atau tanpa nama.
Selain itu dekat dengan makan Nazi ini juga terdapat pohon tua, lebat dan besar. Konon katanya pohon ini merupakan saksi bisu kapan sepuluh tentara Nazi dikuburkan. Sayangnya Anwar sendiri tidak tahu kapan tepatnya kuburan tersebut ada. Anwar mengungkapkan, dalam sisi mistisnya konon jika ada pengunjung yang datang untuk berpacaran dilokasi tersebut, kerap kali ada gangguan yang menghampiri dengan menampakkan sosok. Hingga saat cerita tersebut ramai diperbincangkan, tidak ada satupun yang berani untuk menyalahgunakan lokasi makam Nazi ini. "Kalau ada salah gunakan lokasi ini seperti misalnya pacaran atau hal negatif lainnya biasanya suka digangguin balik. Untungnya kalau makam Jerman gak seseram makam Belanda yang lebih serem," cerita Anwar.(Aprilia Rahapit)
Bertemu dengan pengurus makam tersebut, Anwar berusia (50) menceritakan kepada Obsessionnews.com, Ia merupakan pengurus turunan dari ayahnya yang sudah meninggal tahun 2001 lalu. "Saya bergantian dengan istri untuk menjaga makam ini, dahulu Bapak saya yang saat ini sudah meninggal dunia," ujarnya kepada Obsessionnews.com, Minggu (10/7/2016). Meskipun tidak banyak orang tahu tentang makam Nazi ini, namun ternyata sering kali dikunjungi warga Jerman yang tinggal di Indonesia khususnya dari pihak kedutaan. Kedatangannya tersebut biasanya di Bulan November, terutama di hari kemerdekaan Jerman. [caption id="attachment_137470" align="aligncenter" width="360"]
pohon tua di makam tentara Nazi, konon pohon ini menjadi saksi bisu adanya asal mula makam tersebut.[/caption] Sebagai ilmu sejarah, selain yang datang dari pihak warga Jerman. Ada juga pengunjung dari pelajar sekolah untuk mengenal dan mempelajari sejarah asal usul adanya tentara Nazi ini. Menurut sejarah, pada tahun 1926 Emil dan Theodor Hellferich membeli tanah seluas 900 hektar dan membangun perkebunan teh, untuk mengebang teman-temannyabyabf gugur dalam perang dunia (PD) I mereka akhirnya membangun tugu. Selama membangun perkebunan teh, banyak orang Jerman lain yang bergabung dengan mereka. Ada dokter, insinyur, tukang kayu, seniman dan lain-lain. Helfferich bersaudara kembali ke Jerman pada tahun 1928 dan perkebunan teh diurus oleh Albert Vehring. Kemudian pada 1939, Perang Dunia II meletus. Adolf Hitler yang didukung Partai Nazi menyatakan perang. Jepang yang menjadi sekutu Jerman berhasil menaklukkan Belanda pada 1943. Tentara Jerman masuk lagi ke Jawa bersama Jepang. Tentara Adolf Hitler yang ikut masuk adalah Angkatan Laut Nazi Jerman (Kriegsmarine) dari armada kapal selam (U-Boot) U-195 dan U-196. Mereka mengambil alih lagi kebun teh di Sukaresmi.
Seperti dicatat sejarah, Jerman dan Jepang kalah dalam Perang Dunia II. Para tentara Jerman ini pun gugur satu persatu, dan 10 di antaranya dimakamkan di Megamendung. Mereka adalah: 1. Letnan Friederich Steinfeld, meninggal karena disentri dalam tawanan pasukan sekutu 2. Letnan Satu Laut Willi Schlummer, dan 3. Letnan Insinyur Wilhelm Jens, keduanya gugur di tangan pejuang kemerdekaan Indonesia pada 1945 karena disangka tentara Belanda 4. Letnan Laut W Martens, terbunuh dalam perjalanan kereta api Jakarta-Bogor 5. Kopral Satu Willi Petschow, meninggal karena sakit di perkebunan teh mereka 6. Letnan Kapten Herman Tangermann meninggal karena kecelakaan 7. Dr Heinz Haake 8. Eduard Onnen 9 & 10. Dua makam 'Unbekannt' atau tanpa nama.
Selain itu dekat dengan makan Nazi ini juga terdapat pohon tua, lebat dan besar. Konon katanya pohon ini merupakan saksi bisu kapan sepuluh tentara Nazi dikuburkan. Sayangnya Anwar sendiri tidak tahu kapan tepatnya kuburan tersebut ada. Anwar mengungkapkan, dalam sisi mistisnya konon jika ada pengunjung yang datang untuk berpacaran dilokasi tersebut, kerap kali ada gangguan yang menghampiri dengan menampakkan sosok. Hingga saat cerita tersebut ramai diperbincangkan, tidak ada satupun yang berani untuk menyalahgunakan lokasi makam Nazi ini. "Kalau ada salah gunakan lokasi ini seperti misalnya pacaran atau hal negatif lainnya biasanya suka digangguin balik. Untungnya kalau makam Jerman gak seseram makam Belanda yang lebih serem," cerita Anwar.(Aprilia Rahapit) 




























