KPAI: Lebaran Momentum Perlindungan Anak

KPAI: Lebaran Momentum Perlindungan Anak
Jakarta, Obsessionnews.com – Menyambut Idul Fitri 1437 H, Ketua KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) Asrorun Niam Sholeh mengimbau seluruh pihak untuk memastikan anak-anak terlibat dalam kegembiraan kegiatan Idul Fitri, mulai dari pelaksanaan takbir, takbir keliling, shalat Idul Fitri dan juga silaturrahmi kepada sanak saudara dan handai taulan. “Ajarkan pentingnya menjalin kekerabatan dan persaudaraan sejati. Bagian dari hak dasar anak adalah hak untuk menjalankan ajaran agama,” tutur Niam, Selasa (5/6/2016), dalam pesannya melalui WA group ‘Politik Pendidikan’. KPAI menyeru kepada seluruh pihak, agar menjadikan momentum Idul Fitri ini untuk membimbing anak menginternalisir nilai-nilai yang terkandung dalam Idul Fitri, seperti kesediaan untuk saling memaafkan, memberi maaf, merajut tali silaturrahim, dan saling berbagi agar muncul solidaritas sosial sejak dini. “Bantu anak menyadari hak dan tanggung jawabnya,” ajak Niam. Ia juga menegaskan, KPAI meminta kepada segenap umat Islam yang akan menunaikan kewajiban zakat, untuk memastikan penyaluran pada anak-anak miskin yang terlantar, penyandang masalah sosial, agar mereka dapat tersenyum di hari Idul Fitri, dan memastikan agar anak-anak bergembira di di hari Idul Fitri, dan tidak ada satu pun anak terlantar yang kelaparan dan meminta-minta untuk sekedar makan. “Pastikan kebutuhan dasar anak dan hak sosial di hari kemenangan,” tuturnya. Niam menambahkan, KPAI menyeru kepada segenap umat Islam, khususnya pengurus masjid untuk memfasilitasi kegiatan takbir yang menyenangkan bagi anak, termasuk dengan cara takbir keliling. Hanya saja, pesan dia, panitia perlu berkoordinasi dengan aparat untuk menjamin keamanan. "Pemerintah dan aparat keamanan perlu memfasilitasi kegiatan keagamaan di malam Idul Fitri ini dengan menyenangkan bagi anak, edukatif, fun, serta menjamin keamanan dan kenyamanan," pinta Ketua KPAI. Menurutnya, malam takbiran bisa menjadi momentum rekreasi religi bagi anak untuk mengartikulasikan keberagamaan. Untuk itu, tegas dia, perlu pendampingan orang tua agar anak melewati malam takbiran dengan khidmat untuk menginternalisasi nilai-nilai Idul Fitri kepada anak. "Misalnya takbir di masjid atau takbir keliling. Biarkan anak-anak bertakbir sambil bermain, namun tetap di bawah pengawasan, pendampingan dan pembimbingan orang tua serta orang dewasa di sekitarnya,” harap Niam. Namun, lanjutnya, orang tua dan juga pengurus masjid harus dapat mengantisipasi kegiatan negatif yang mungkin dilakukan anak pada malam takbiran, seperti main petasan yang membahayakan, serta arak-arakan yang tidak terkendali. “Jaga dan awasi anak ketika berada di keramaian. Anak-anak yang masih butuh pendampingan, pastikan tidak terlepas sendiri. Aparat, juga pengelola tempat keramaian (seperti mall dan tempat rekreasi), perlu membuat pos-pos pengaduan untuk anak terlepas. Masyarakat yang menemukan anak terpisah dari orangtua segera melaporkan ke pihak berwajib!” serunya. Nima juga mengimbau, pastikan kesehatan anak-anak tetap terjaga, dengan mengontrol konsumsi yang sehat dan halal bagi anak-anak. “Jaga kesehatan anak dengan hanya mengonsumsi produk pangan yang sehat dan halal,” tandasnya. Lebih lanjut, ia mengingatkan, jika hendak menuju tempat rekreasi, pilih dan pastikan tempat rekreasi yang edukatif, fun, menyenangkan serta aman bagi anak. “Awasi dan lindungi anak dari rekreasi yang berisi kekerasan, eksploitasi, pornografi, dan hal-hal yang membahayakan bagi anak. Jaga hak anak untuk memperoleh hiburan yang edukatif,” saran Ketua KPAI. (Red)