Gubernur Tinjau Korban Tambang Meledak

Gubernur Tinjau Korban Tambang Meledak
Padang, Obsessionnews - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno meninjau lokasi tambang batubara di Sawahlunto pasca meledak hari Senin (28/6). Gubernur ke lokasi untuk melihat secara langsung bagaimana kondisi korban. Meski belum diketahui penyebab tambang dalam itu meledak, Gubernur meminta pihak perusahaan yang mempekerjakan korban harus beranggung jawab penuh. Segala urusan yang menyangkut perawatan berikut keluarga korban harus diperhatikan. “Apapun alasannya perusahaan harus menanggung biaya pengobatan, santunan untuk keluarga,” tegasnya sebelum berangkat meninjau lokasi tambang meledak di Talawi, Kota Sawahlunto, Selasa (28/6). Irwan Prayitno menjelaskan, teguran keras akan dilayangkan pada perusahaan PT. NAL, karena diduga belum memiliki Standar Operating Prosedur (SOP) dalam keamanan pekerja serta penanganan jika terjadi insiden. Pihak perusahaan diminta untuk segera menyerahkan proposal kepada provinsi tentang SOP. Irwan Prayitno langsung berangkat ke Sawahlunto meninjau lokasi tambang PT. NAL untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi sehingga meledak dan mengakibatkan lima pekerja mengalami luka bakar. Tambang dalam milik PT Nusa Slam Lesatari (NAL) meledak Senin (28/6) sekitar pukul 22.00 Wib. Tambang dalam yang mekedak berlokasi di Bukit Sapan Dalam, Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto. Akibat peristiwa, lima pekerja tambang menjadi korban dan mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Lima korban masing-masing bernama Siswoko (40 th), Kamundi Halawa (35 th), April Syaiful (37 th), Firman Dedi (43 th) dan Adi Tusiman (35 th). Dari lima korban, tiga diantaranya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat M Djamil Padang, karena kondisinya lebih parah. Ketiga korban dirujuk ke M Djamil sekitar pukul 04:00 WIB Selasa (29/6) setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Sawahlunto. Salah seorang korban terparah bernama Kamundi Halawa berumur 35 tahun yang mengalami luka bakar hampir 80 persen. Pekerja tambang ini terpaksa dilarikan ke ruangan resusitasi rumah sakit umum pusat Muhammad Djamil Padang. Sedangkan dua korban lainnya masih dalam perjalanan ke Padang dari Sawahlunto. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)