Kadin DKI Tak Soal Bea Cukai Plastik

Kadin DKI Tak Soal Bea Cukai Plastik
Jakarta, Obsessionnews - Rencana pemerintah untuk pengenaan tarif bea cukai plastik masih mendulang perdebatan. Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (KADIN) DKI, Eddy Kuntadi menyatakan sepakat dan menyetujui jika plastik yang merupakan kantong pembungkus yang digunakan sehari-hari bagi masyarakat ini, diberikan tarif. “Tanggapan kita yang pasti program ini sepakat, ia (menyetujui),” kata Eddy dalam acara buka puasa bersama 1437 di Hotel Borubudur, Senin (27/6/2016). Sebagai pemimpin para pengusaha DKI, Eddy pastinya akan mendukung program yang telah direncanakan oleh pemerintah ini. “Saya kira masalah plastik ini masih jadi bahasan, kita tunggu proses selanjutnya,” tambahnya. Sebelumnya, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan rencana pengenaan tarif cukai plastik akan dilakukan pemerintah setelah mendapatkan izin dari DPR ini, belum bisa memastikan waktu pemberlakukan tarif cukai plastik tersebut. Menurutnya, pengenaan tarif cukai plastik nantinya di bawah tarif berbayar yang dikenakan terhadap penggunaan kantong plastik sebesar Rp200,00. Dimana, hasil cukai itu nanti masuk ke APBN karena yang sekarang tidak masuk ke APBN. Sementara, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai penerapan cukai kemasan plastik bakal mengganggu pertumbuhan industri, khususnya industri makanan dan minuman (mamin) yang banyak menggunakan plastik untuk kemasan. Dirjen Industri Agri Kemenperin Panggah Susanto mengatakan, penerapan cukai bukan masalah keberatan bagi para pelaku industri mamin. Namun, industri mamin memiliki beberapa persoalan, seperti bahan baku garam, bawang yang butuh kepastian suplainya, ditambah dengan harga gas yang masih mahal. (Popi Rahim)