Cili Cepat Bangkit Untuk Menaklukkan Argentina

Cili Cepat Bangkit Untuk Menaklukkan Argentina
New Jersey, Obsessionnews.com-Keberhasilan Cili mengalahkan Argentina dengan adu penalti 4-2 di final Copa America 2016, Senin (27/6/2016) pagi WIB, adalah sebuah proses bangkit dari kekalahan dalam waktu yang singkat, bagi Cili. Pelatih Cili, Juan Antonio Pizzi, menyebut timnya cepat belajar dari kekalahan 1-2 di National Stadium, Maret lalu di Cili. Kemudian timnya kalah kalah di laga pembuka Copa America 2016, juga oleh Argentina. Skornya sama, 1-2. Dia menyebut, setelah kekalahan pada Maret lalu, masyarakat dan media setempat mengkritik kinerja Cili. Hasilnya, setelah kekalahan di fase grup Copa America, Cili perlahan bangkit, menang atas Bolivia 2-1, Panama 4-2 dan di 8 besar menghancurkan Meksiko 7-0, dan di semifinal mengalahkan Kolombia 2-0. Bintang Cili seperti Arturo Vidal, Gary Medel dan Claudio Bravo yang sebelumnya dikritik, kembali menunjukkan kinerjanya. Vidal berkata bahwa Pizzi hanya punya waktu singkat, tapi pemain intens berkomunikasi dengannya. Akhirnya kami di final.  Kami saling beradaptasi dengan bagus," jelas Vidal. Era kejayan Cili saat ditangani pelatih Jorge Sampaoli harus dilupakan. Pemain harus percaya pada pelatih, jelas Vidal. Metode melatih Pizzi memang berbeda dengan Sampaoli. Pizzi tidak mengadakan latihan dua kali sehari. Ia lebih menekankan mental dan kekuatan fisik pemain. Pizzi tidak mau menurunkan pemain yang tidak dalam kondisi 100 persen. Dalam konferensi pers, Pizzi berkata bahwa timnya bermain dengan ritme, agresif dan intensitas permainan yang tinggi sejak awal laga. Dan itu berhasil. "Ini adalah kemenangan terbesar dalam karir saya, dan akan dinikmati bersama semua pemain," tandas dia. Sementara pelatih Argentina, Gerardo Martino mengakui kekalahan di final oleh lawan yang sama sangat menyakitkan. Meskipun melalui adu penalti, tapi tetap hasil akhir yang terpenting. "Harapan untuk menang sangat besar, tapi kami kembali pulang dengan tangan hampa," jelas dia. Menurut dia, Argentina seharusnya menang dalam 90 menit, atau dalam babak tambahan 2×15 menit. (conmebol) @baronpskd