Iran: Bintang Uni Eropa Mulai Berjatuhan!

Teheran - Kepala urusan politik kantor staf kepresidenan Iran menilai keluarnya Inggris dari Uni Eropa sebagai peluang bersejarah bagi Tehran. IRNA melaporkan, Hamed Aboutalebi dalam statemennya menyikapi keluarnya Inggris dari Uni Eropa hari Jumat (24/6) mengatakan, bintang di bendera Uni Eropa mulai berjatuhan. "Dinamika ekonomi negara-negara Eropa selatan, terorisme dan krisis imigran, mengindikasikan perhimpunan ini sedang menuju kehancuran. Tapi domino kejatuhannya dimulai dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa," ujar Aboutalebi. Kepala urusan politik kantor staf kepresidenan Iran memandang Uni Eropa telah lama kehilangan kepercayaan dari warga benua Eropa. "Proses ini akan menyebabkan kekuatan, keamanan dan kesejahteraan lebih besar pihak lain," tegasnya. Perhitungan sebagian besar suara yang masuk pada referendum Uni Eropa untuk menentukan keanggotaan Inggris di Uni Eropa menunjukkan bahwa mayoritas warga Inggris memilih keluar dari blok 28 negara itu. CNN melaporkan, perhitungan suara di 98 persen distrik di seluruh Britania Raya, sebanyak 51,82 persen suara menyatakan Inggris harus keluar dari Uni Eropa. Sementara, hanya 48,18 persen suara yang menyatakan Inggris harus tetap berada di blok itu. Pada dekade 1970, Inggris bergabung menjadi anggota Uni Eropa yang saat itu bernama "Masyarakat Ekonomi Eropa", kemudian berganti menjadi Masyarakat Eropa. lalu Uni Eropa dengan anggota 28 negara. (ParsToday)





























