Perbatasan, Malaysia Ikuti Nawacita Jokowi

Sambas, Obsessionnews.com - Daerah perbatasan Malaysia dan Indonesia, Temajuk, Paloh, kabupaten Sambas Kalimantan Barat masih minim pendidikan. Berbeda dengan Teluk Melano, Malaysia, yang memprioritaskan bidang pencerdasan bangsanya. "Ini namanya pemerintah Malaysia mengikuti nawacita Pak Jokowi, dimana mereka sudah canangkan belasan tahun yang lalu," ucap Tokoh pendidikan kec.Paloh Sayudin Santi kepada Obsessionnews di Paloh, Jumat (17/6/2016). [caption id="attachment_133687" align="aligncenter" width="640"]
Sekolah Malaysia, Teluk Melano di perbatasan Malaysia, Indonesia[/caption] Bayangkan, lanjut Sayudin, menjangkau perbatasan Temajuk dengan transportasi pulang pergi naik kapal Feri perhari Rp.16 ribu, ditambah lagi belum termasuk bensin motor, belum lagi tenaga guru honorer hanya dibayar Rp. 400 ribu. "Jadi soal transportasi saja sudah tidak cukup, jadi bagaimana tenaga honorer bisa bertahan diperbatasan?" ungkapnya. Sementara, tenaga pengajar 80 persen adalah tenaga honorer. Diketahui hanya kepala sekolahnya saja yang pegawai negeri dan mengepalai SD, SMP satu atap. [caption id="attachment_133688" align="aligncenter" width="602"]
Tokoh pendidikan daerah perbatasan, Sayudin Santi[/caption] Selain itu, jalan yang banyak berlobang dan jarak tempuh menuju ke lokasi sekolah bisa lebih kurang 2 jam, dimana tidak disediakan nya mess untuk para guru tersebut. Sedangkan sekolah di Teluk Melano, disediakan asrama yang bagus, gedung bertingkat empat dan gaji guru yang memadai. "Kepala sekolah Malaysia mereka dibayar 30 juta, ketika pulang pergi dibiayai pemerintah mereka juga," jelasnya. (Popi Rahim)
Sekolah Malaysia, Teluk Melano di perbatasan Malaysia, Indonesia[/caption] Bayangkan, lanjut Sayudin, menjangkau perbatasan Temajuk dengan transportasi pulang pergi naik kapal Feri perhari Rp.16 ribu, ditambah lagi belum termasuk bensin motor, belum lagi tenaga guru honorer hanya dibayar Rp. 400 ribu. "Jadi soal transportasi saja sudah tidak cukup, jadi bagaimana tenaga honorer bisa bertahan diperbatasan?" ungkapnya. Sementara, tenaga pengajar 80 persen adalah tenaga honorer. Diketahui hanya kepala sekolahnya saja yang pegawai negeri dan mengepalai SD, SMP satu atap. [caption id="attachment_133688" align="aligncenter" width="602"]
Tokoh pendidikan daerah perbatasan, Sayudin Santi[/caption] Selain itu, jalan yang banyak berlobang dan jarak tempuh menuju ke lokasi sekolah bisa lebih kurang 2 jam, dimana tidak disediakan nya mess untuk para guru tersebut. Sedangkan sekolah di Teluk Melano, disediakan asrama yang bagus, gedung bertingkat empat dan gaji guru yang memadai. "Kepala sekolah Malaysia mereka dibayar 30 juta, ketika pulang pergi dibiayai pemerintah mereka juga," jelasnya. (Popi Rahim) 




























