Bulan Ramadhan, Desa Perbatasan Kalbar Larang Makan & Minum

Bulan Ramadhan, Desa Perbatasan Kalbar Larang Makan & Minum
Pontianak, Obsessionnews – Menjaga tolerasi umat beragama, Kepala Desa dan tokoh masyarakat desa Nibung, Paloh, Sambas, Kalimantan Barat, Mayadi Satar membuat peraturan yang melarang warga untuk makan dan minum dimuka umum. “Pelarangan selama bulan puasa, itu kita lakukan untuk toleransi beragama ditempat kita ini. Kalau diimplek (perayaan cina) saya juga masang spanduk mengucapkan slamat. Begitu juga acara natal,” ucap Mayadi kepada Obsessionnews, Kamis (16/6/2016). batas larang 3 Mayadi yang juga merupakan Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Sambas ini beralasan, selain salah satu budaya dan menjaga keharmonisan, dimana didaerah kawasan perbatasan Malaysia, yang terdiri dari suku melayu, Dayak, Bugis dan Jawa, ini salah satu bentuk dahwah islam. Dalam islam, lanjutnya, bagi seorang seperti musafir, orang sakit, tidak dianjurkan untuk berpuasa, namun yang tidak diperbolehkan makan dan minum dimuka umum. Sementara sebelumnya, Bupati Sambas terpilih 2016-2017 Atbah Romin Suhaili bertekad mengembalikan kejayaan islam nan bertolerasi di Sambas ini. (Popi Rahim)