Penembakan di Orlando, Obama: Jangan Takut

Penembakan di Orlando, Obama: Jangan Takut
Washington, Obsessionnews - Menanggapi peristiwa penembakan di klab malam gay "Pulse Orlando" yang menewaskan 50 orang, Minggu malam, Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyerukan jangan takut. "Kami tidak akan menyerah pada rasa takut atau berbalik saling melawan satu sama lain. Sebaliknya, kami akan bersatu sebagai orang Amerika untuk melindungi rakyat dan bangsa kita dan mengambil tindakan terhadap mereka yang mengancam kita," tutur Obama di Gedung Putih, Minggu malam, 12 Juni atau Senin pagi WIB seperti dikutip oleh Reuters. Obama menyebut penembakan di itu sebagai teror dan tindakan kebencian terhadap semua orang Amerika. "Hari ini kita sebagai warga Amerika berduka atas aksi pembunuhan brutal, pembantaian mengerikan atas puluhan orang yang tidak berdosa. Meskipun investigasi baru dilakukan, cukup untuk mengatakan, aksi ini adalah teror dan tindakan kebencian," tambahnya. baca juga:Obama: Mohammad Ali Warga Teladan Obama Akui Muslim Korban Serangan Teroris Wah! Obama Pun Sulit Menemui Messi Ia memerintahkan agar bendera di Gedung Putih diturunkan setengah tiang untuk menghormati para korban penembakan. Menurut Obama, penembakan ini menjadi pengingat baru, betapa mudahnya seseorang mendapatkan senjata dan menembak orang di sekolah, rumah ibadah, bioskop, ataupun di klub malam. Semua kejadian itu menjadi referensi bagi pembunuhan masal lainnya yang tercatat di sejarah Amerika baru-baru ini. "Kita harus memutuskan, apakah kita ingin jadi negara semacam itu," ujarnya. Sebelumnya, seorang pria bersenjata melakukan penembakan massal dan menewaskan 50 orang di sebuah klub malam di Orlando, Florida, Minggu dini hari (12/6) dan melukai puluhan orang sebelum polisi datang mengepung klub malam tersebut, dan menembak mati pelaku serta menyelamatkan pengunjung yang terjebak di dalam klub tersebut. Seorang petugas FBI mengatakan penembakan massal tersebut diselidiki sebagai "aksi terorisme." @reza_indrayana