14 Ribu Warga Penjuru Dunia Hadiri Prosesi Pemakaman Muhammad Ali

14 Ribu Warga Penjuru Dunia Hadiri Prosesi Pemakaman Muhammad Ali
Obsessionnews – Lebih dari 14 ribu pelayat membanjiri prosesi pemakaman mantan petinju kelas dunia Muhammad Ali di Freedom Hall, Lousville, Kentucky, Kamis (9/6/2016) waktu setempat atau Jumat (10/6/2016) dini hari WIB. Ali meninggal dunia pada Sabtu (4/6) dalam usia 74 tahun akibat penyakit Parkinson yang telah dideritanya selama 32 tahun. Pemakamannya baru dilaksanakan, dan rencananya digelar selama dua hari. Dilansir laman Dailymail, janda dan istri keempat, Lonnie, beserta anak perempuannya, Laila dan Hana, dan cucunya, Sydney, terlihat berwajah muram, menahan kesedihan . Selain itu, istri kedua Ali, Khalilah Camacho-Ali, dan istri ketiganya, Veronica Porche-Ali turut hadir. Sementara istri pertamanya, Sonji Roi, meninggal pada tahun 2005. Warga muslim dari seluruh dunia berdiri bahu membahu di arena Kentucky untuk penghormatan terakhir kepada Ali. Sebuah mobil jenazah berwarna hitam yang membawa tubuh petinju legendaris Muhammad Ali dipimpin oleh pengawalan polisi dari rumah duka Petinju Sugar Ray Leonard, Don King, Jessie Jackson, Lennox Lewis dan Presiden Turki Tayyip Erdogan turut menghadiri proses pemakaman ini. Prosesi Pemakaman Ali 2 Sebuah upacara peringatan lintas agama juga diatur pada Jumat waktu setempat dan akan dihadiri oleh pejabat dari seluruh dunia. Janda Muhammad Ali dan dua mantan istri penghormatan untuk petinju legendaris bersama ribuan pelayat di layanan doa tradisi islam di Kentucky Imam Zaid Shakir, seorang sarjana Muslim terkemuka AS, memimpin doa Jenazah tersebut. “Kami menyambut kalian semua di sini hari ini. Kami menyambut Muslim, kami menyambut para anggota komunitas agama lain, kami menyambut komunitas penegak hukum,” ucap Shakir. “Kami menyambut saudara kita, orang tua kita, anak-anak kita. Semua yang dicintai Muhammad Ali,” ujarnya. “Oh Tuhan, Tuhan Yang Maha Esa, tidak menghalangi kita dari imbalan yang diterimanya, tidak melemparkan kita ke kesusahan setelah kepergiannya. Maafkan kami dan memaafkannya,” tambah doa pengantar Shakir. Sherman Jackson, anggota komunitas Muslim Amerika, juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Muhammad Ali, dengan mengatakan, Ali milik semua orang, seorang pejuang kulit hitam di Amerika, namun Ali juga bukan kelas antara orang kulit hitam saja, tetapi lebih, terutama rakyat. “Ali adalah sang juara bagi rakyat, dan juara semua umat," kata Jackson. Dia menambahkan, Ali tidak lebih menormalkan Islam di negara ini, daripada mungkin setiap Muslim lainnya dalam sejarah Amerika Serikat, melebihi prestasi para ulama, karena ia menunjukkan kemurahan hati agama dan kekuasaan. (Popi Rahim)